Diduga Lindungi Tersangka Mafia Tanah, Gerakan Pemuda Pengawal Konstitusi Gelar Aksi di Kejagung

Demonstrasi di Kejaksaan Agung

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Gerakan Pemuda Pengawal Konstitusi (GARDA PATI) menduga adanya keterlibatan oknum di tubuh Kejaksaan Agung terkesan melindungi dan memihak kepada tersangka yang diduga mafia tanah.

Diketahui, pasca ditetapkannya Encep Suherman dkk sebagai tersangka pemalsuan dokumen surat tanah serta dilimpahkannya berkas perkara dari Bareskrim Bames Polri dengan nomor laporan polisi: LP/B/0930/X/2019/Bareskrim kepada Kejaksaan Agung hingga detik ini Kejaksaan Agung belum menerima berkas perkara tersebut dan juga belum melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka.

Koordinator Lapangan Yusran Suwedi mengatakan, hal tersebut diketahui berdasarkan laporan dari para korban.

“Bahwasannya tersangka Encep Suherman dkk, yang sebelumnya telah ditetapkan oleh penyidik bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka pemalsuan dokumen surat tanah terksesan dibiarkan bebas berkeliaran tanpa adanya upaya penangkapan dan penahanan dari kejaksaan agung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusran menyebutkan sudah sepatutnya kejaksaan agung menerima berkas perkara tersebut guna dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Mengingat bahwa saat ini nasib para korban yang berkisar sekitar 40 orang ahli waris yang berhak menerima warisan tersebut di gantungkan oleh kejaksaan agung. Terlebih dengan berstatus sebagai tersangka, tidak seharusnya Encep suherman dkk dibiarkan berkeliaran yang berpotensi melakukan tindak pidana yang sama terlebih lagi kasus ini sudah dimulai sejak 3 tahun yang lalu tetapnya pada tahun 2019 silam,” lanjut Yusran.

Yusran juga meminta agar Kejaksaan Agung menaati perintah Presiden Jokowi untuk memberantas mafia tanah.

“Apa yang kami suarakan sejalan dengan perintah Presiden Jokowi dan intruksi dari Menteri ATR/BPN untuk memberantas Mafia tanah,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Hotmartua Simanjuntak, menambahkan bahwa kedatangannya di Kejaksaan Agung membawa aspirasi dari para korban.

“Kedatangan kami disini selain untuk menyampaikan aspirasi tentu juga dengan membawa harapan dari para korban kepada kejaksaan agung agar dapat menerima berkas perkara kemudian melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para tersangka Encep Suherman dkk yang dalam kasus dugaan mafia tanah,” jelasnya.

(*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait