Mahasiswa Unibos Latih Guru Kembangkan Game Edukasi dan Animasi Pembelajaran di Kalimantan Barat

Foto Bersama Mahasiswa Unibos dalam Program Matching Fund Kedaireka Kemendikbudristek

SUARAPANTAU.COM, PONTIANAK – Sebanyak 8 mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) berikan pelatihan kepada 30 guru untuk membuat game edukasi dan animasi pembelajaran di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini terlaksana atas Kerjasama Universitas Bosowa dengan Lembaga Pendidikan Permata Bunda melalui program Matching Fund Kedaireka 2022 yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Mereka menjelaskan bahwa saat ini, mayoritas peserta didik baik tingkat SD maupun PAUD telah banyak menggunakan smartphone setiap hari dan hanya digunakan untuk mengakses game yang tidak mendidik.

“Oleh karena itu, guru dituntut menyediakan berbagai macam media pembelajaran digital seperti game edukasi dan animasi pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar pendukung untuk peserta didik khususnya di kota Pontianak dan Kubu Raya,” jelas salah seorang perwakilan mahasiswa.

Kegiatan pelatihan tersebut dilakukan di Aula Ayam Pegatsus Pontianak dan berlangsung selama 8 hari mulai 2 oktober hingga 9 oktober.

Ketua tim pelaksana program Susalti Nur Arsyad, menuturkan bahwa melalui kegiatan ini, kemampuan digital para guru ditingkatkan.

“Mereka dituntut untuk kreatif dalam mengembangkan berbagai jenis media pembelajaran digital yng interaktif, menarik, mudah digunakan dan hemat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan sehingga dampak negative dari penggunaan aplikasi yang lebih bersifat entertaiment dikalangan peserta didik dapat dikurangi.

Selain itu, dengan game edukasi dan animasi pembelajaran, suasana belajar menjadi lebih berkualitas sehingga diharapkan anak selalu termotivasi untuk belajar dengan berbagai konten yang tidak monoton.

Selain memberikan pelatihan kepada guru, tim juga memberikan pendampingan kepada orang tua agar mampu mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka dalam menggunakan game edukasi dan animasi pembelajaran.

“Terdapat 20 orang tua siswa dari tingkat PAUD yang ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka dibimbing bagaimana menggunakan produk yang telah dikembangkan oleh para guru, sehingga produk tersebut tidak hanya digunakan didalam kelas tetapi juga di rumah masing-masing,” tambah Susalti.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pendidikan Permata Bunda (LPPB) Nur’aini menyatakan sangat bersyukur dengan kegiatan ini.

“Kerjasama dengan Universitas Bosowa diharapkan dapat membantu LPPB untuk menjadi pusat pengembangan game edukasi dan animasi pembelajaran khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan, selain manfaatnya dirasakan langsung oleh para siswa dan guru khususnya di TK Tunas Cahaya, Sebagian produk yang dihasilkan juga dapat dikomersialisasikan pada tahun 2023 sehingga memberikan dampak positif pada Lembaga.

(*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait