Menakar Efektifitas Kenaikan Cukai Tembakau untuk Menekan Prevalensi Rokok

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa persentase merokok pada penduduk usia kurang dari atau sama dengan 18 tahun sebesar 3,69 persen pada tahun 2021 dan 3,44 persen pada tahun 2022.

Sementara itu, terdapat sekitar 9,36 persen remaja usia 15-19 tahun merokok dalam sebulan terakhir. Tingginya prevalensi perokok anak dan remaja di Indonesia tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah untuk dapat mengendalikan konsumsi rokok melalui kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) mulai 1 Januari 2023.

Kenaikan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 192/PMK.010/2022 tentang Perubahan atas PMK Nomor 193/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot dan Tembakau Iris.

Baca Juga: Kesehatan Mental Dalam Islam dan Cara Mengobatinya

Kebijakan yang juga merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditujukan untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penurunan prevalensi merokok, khususnya usia 10-18 tahun yang ditargetkan dapat ditekan hingga angka 8,7 persen pada tahun 2024.

Disamping itu, pengenaan cukai juga diharapkan dapat menurunkan konsumsi rokok pada kelompok rumah tangga miskin dimana pada tahun 2022 mencapai 11,30 hingga 13,22 persen dari pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga: Cara Kirim Tugas Kuliah Atau Artikel ke Media Online

Jika dilihat lebih jauh, tarif cukai sigaret rata-rata mengalami kenaikan tarif sebesar 10 persen. Kenaikan tarif tersebut dapat diperinci menjadi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) yang rata-rata meningkat 11,5 hingga 12 persen, dan untuk cukai jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) mengalami kenaikan maksimum sebesar 5 persen.

Terlihat bahwa masih terdapat selisih tarif CHT antar golongan yang cukup lebar. Efek dari selisih tersebut adalah masih banyaknya perusahaan yang memanfaatkan peluang tersebut dan tetap bertahan di golongan yang lebih rendah.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait