76 Tahun HMI: Membumikan Paradigma Islam Empowering

Riyanda Barmawi

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menapaki usianya yang ke-76 tahun. Waktu yang tidak singkat ini menjadi pembuktian bahwa usia bukan sekedar umur yang menua.

Akan tetapi pengalaman panjang yang berjejak dalam sejarah Republik, menjadi modal utama bagi himpunan untuk tetap istiqomah guna menjawab tantangan dan persoalan yang kian kompleks di era globalisasi.

Realitas kontemporer yang tidak lagi sama seperti periode awal HMI didirikan, menyisakan pertanyaan, apakah hari kelahiran HMI hanya dimaknai sebagai seremoni dan diglorifikasi sedemikian rupa atau moment ini menjadi titik beranjak memperjuangkan cita-cita dan tujuan.

Di bawah rezim revolusi industri generasi keempat, atau kerap disebut dengan cyber physical system, yang menitikberatkan pada otomatisasi serta kolaborasi antar teknologi cyber, telah berhasil mendisrupsi tatanan sosial sehingga batas teritorial kian memudar, menuntut setiap organisasi agar beradaptasi (self-defence) dengan tuntutan zaman.

Bacaan Lainnya

Karenanya romantisme sejarah, atau terjebak ke dalam persoalan yang tidak produktif, seperti membenturkan keislaman dan keindonesiaan sudah seharusnya ditinggalkan.

Pasalnya, kalau berkaca pada embrio lahirnya HMI, keislaman dan keindonesiaan – Islam dan Pancasila – merupakan alasan yang melatari serta memotivasi pembentukan himpunan.

Salah satu tujuan dari lahirnya HMI adalah mempertahankan negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, di samping menegakkan dan mengembangkan nilai agama Islam.

Hal ini kemudian di pertegas oleh sejarawan HMI Agussalim Sitompul (2002) jika memang pada dasarnya, sejak awal berdirinya, organisasi HMI telah mempunyai pemikiran keislaman dan keindonesiaan.

Keislaman dan keindonesiaan tidak diletakkan dalam posisi yang dikotomis, apalagi harus mempertentangkan keduanya. Keduanya dipahami dalam kerangka saling berkaitan, sebab nilai-nilai keislaman kompatibel dengan Pancasila.

Peniadaan kesenjangan ini menandakan titik temu atas dua nilai esensial yang menjadi basis fondasional perjuangan HMI dalam rangka mewujudkan cita-cita dan tujuan masyarakat adil makmur.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *