Pada malam hari di luar kegiatan sosialisasi, tim pengmas banyak bertemu dengan warga lokal yang menyampaikan keluhannya selama menjadi pelaku UMKM.
Masyarakat Pulau Karimunjawa
Keluhan yang paling sering terdengar adalah masalah bantuan, dampak dari pandemi Covid-19. Serta sulitnya memasarkan produk ke luar daerah karena kurangnya pemahaman akan internet, sosial media, ataupun e-commerce seperti Shopee dan lainnya.
Namun, meskipun begitu warga lokal tetap hangat saat berbicara dengan kami. Mereka juga ramah senyum meskipun masalah yang terjadi tetap ada.
Baca Juga: Ferdiansyah: Maros Punya Potensi Pariwisata Sangat Luar Biasa
Singkat kata yang bisa kami sebutkan, bahwa Kepulauan Karimunjawa adalah tempat yang eksotis nan indah. Orang-orang di sana juga ramah dan bersahaja.
Namun, tetap ada masalah, terutama saat Covid-19 menerpa. Masalah lain seperti sulitnya akses internet (terbatas pada provider Telkomsel, dan sinyal Wi-Fi) membuat digitalisasi di sana juga terhambat.
Baca Juga: Wali Kota Danny Beberkan Konsep 5.000 Lorong Wisata, Sebut Makassar Berpeluang Jadi Kota Event
Belum lagi bantuan dari pemerintah yang lama turunnya. Membuat Karimunjawa seperti terlupa sebagai salah satu kecamatan di Jepara.
Kami berharap kedatangan kami kesana bisa memberikan sedikit dampak pada masyarakat Karimunjawa dan membuat mereka bisa mengembangkan UMKM mereka untuk meraih pasar yang lebih luas.
Penulis: Nabilah Vania
*Mahasiswa Universitas Indonesia




