Catatan Nandang Sudrajat Usai Keliling Daerah Jabar Kunjungi Pasar Rakyat

Catatan Nandang Sudrajat Usai Keliling Daerah Jabar Kunjungi Pasar Rakyat

DALAM rangkaian kunjungan ke beberapa pasar di 5 daerah Kabupaten Kota di Jawa Barat, DPP dan DPW APPSI Jabar banyak menemukan dinamika dan masukan dari para pedagang di setiap pasar.

Rata rata sebagaimana pasar rakyat lainnya, secara umum kondisi pasar sangat memprihatinkan, mulai dari sisi nilai trasaksi yang rendah.

Hingga kondisi infrastruktur yang tidak memadai dan layak, becek, bau, bocor.

Kondisi pasar yang sedemikian memperihatinkan bisa dipahami karena disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor pengelolaan yang tidak profesional dan umur konstruksi yang telah lebih dari 25 tahun.

Baca Juga: PAPERA dan PIRA Jadi Organisasi Sayap Paling Militan Galang Dukungan Prabowo dan Gerindra

Prefesionalitas merupakan akar persoalan dasar pada umumnya. Lantaran ketidakprofesional itu merembet pada kondisi pasar cepat rusak.

Contohnya, rata rata pasar tidak mempunyai SOP dan tidak ada anggara tentang pemeliharaan infrastruktur pasar secara baik.

Misal atap pasar bocor, lantai terkelupas, dan drainase pasar macet dibiarkan terus terjadi yang berakibat lantai becek mempercepat kerusakan lingkungan pasar.

Pengelolaan yang abai terhadap prinsip prinsip dasar maintenance yang baik sudah pasti akan memperpendek umur infrastruktur pasar yang baru direvitalisasi sekalipun.

Berbeda dengan kondisi pasar yang telah dikunjungi pada umumnya, pasar Manis di Kabupaten Ciamis memperlihatkan anomali dengan pasar-pasar yang ada di daerah lainnya.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait