Makna Tradisi Sedekah Bumi di Waduk Cacaban Kabupaten Tegal

Makna Tradisi Sedekah Bumi di Waduk Cacaban Kabupaten Tegal

SUARAPANTAU.COM – Makna Tradisi Sedekah Bumi di Waduk Cacaban Kabupaten Tegal sebagai warisan leluhur yang masih dapat dijumpai dalam masyarakat setempat.

Tradisi dan kebudayaan itu merupakan warisan leluhur yang telah ada sejak zaman dulu hingga sekarang.

Diantara banyaknya tradisi yang ada, sedekah bumi merupakan tradisi yang masih ada hingga saat ini pada masyarakat Jawa. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki yang diberikan melalui tanah dan sumber daya alam.

Baca Juga: Uniknya Tradisi Nyadran di Desa Legokgunung Kabupaten Pekalongan

Saat ini, tradisi sedekah bumi masih bisa kita lihat di Kabupaten Tegal, tepatnya Kecamatan Kedungbanteng, Desa Penujah dan Karanganyar di Waduk Cacaban.

Melalui sedekah bumi, masyarakat setempat berusaha menjaga keseimbangan antara manusia dan alam serta memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong.

Waduk Cacaban merupakan bendungan besar yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng. Nama Cacaban sendiri, merupakan penamaan langsung dari Presiden Soekarno saat peletakan batu pertamanya pada tahun 1951 dan peresmian pada tahun 1957.

Waduk ini merupakan salah satu waduk tertua di Indonesia, sehingga banyak yang berkeyakinan sebagai tempat yang sakral dan bersejarah, oleh karena itu tempat ini menjadi tempat pelaksanaan sedekah bumi.

Masyarakat sekitar waduk sebagian besar berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pedang, sehingga keberadaan waduk sangatlah penting bagi kehidupan mereka.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait