Aku, dan Puncak Tertinggi di Eropa

Perjuangan Amalia Raras Putri Cahyadi, Mahasiswa Russian State Agrarian University Asal Indonesia merayakan HUT RI di puncak tertinggi Eropa

MERAYAKAN kemerdekaan selalu menjadi momen yang campur aduk bagi saya. Bagaimana tidak, sejak kelas 11 SMA, tepatnya sejak 2017 saya selalu merayakan kemerdekaan Indonesia malah jauh dari tanah air, dan jauh dari orang tua.

Senang, karena merayakan kedaulatan negara ini, tapi sedih karena harus merayakan jauh dari bumi pertiwi.

Walaupun biasanya saya tetap bisa merayakan 17 Agustus dengan diaspora dan mahasiswa Indonesia lainnya di Rusia, tempat saya menuntut ilmu sekarang, tetap saja rasanya kurang lengkap.

Baca Juga: Menakar Potensi dan Peran IKN untuk Masa Depan Indonesia 2045

Bacaan Lainnya

Karena, saya tau saya hanya bisa merayakan identitas saya sebagai orang Indonesia di hari itu saja. Di 364 hari lainnya, saya hanyalah seorang minoritas biasa di negara ini.

Tapi tahun ini, entah kenapa saya tiba tiba tersadar walaupun saya tidak bisa merayakan kemerdekaan Indonesia di tanah kelahiran saya sendiri.

Saya ingin tetap merayakan kemerdekaan Indonesia dengan cara sebaik baiknya, semegah megahnya dan seindah indahnya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mendaki ke puncak tertinggi di Eropa, puncak Gunung Elbrus dengan ketinggian 5642 mdpl.

Misi saya ke Elbrus bukan hanya untuk merayakan kemerdekaan Indonesia saja, taoi juga membawa misi lain. Yaitu, membawa misi menyuarakan hak hak wanita, dan mempromosikan Indonesia ke kalangan alpinis atau pendaki gunung internasional.

Persiapan saya menuju Elbrus tidaklah mudah, karena fisik saya yang sangat mungil, bahkan sempat dianggap tidak memungkinkan naik ke Elbrus, membuat saya harus berlatih fisik lebih keras daripada pendaki lain.

Selama 6 bulan, tiap hari saya harus tekun melakukan latihan kardio, yang terdiri atas jalan kaki 10 km tiap hari, naik turun tangga 20 lantai, renang, angkat beban, bahkan latihan ekstrim seperti menyebrangi sungai dengan tas seberat 20 kg pun saya jalani.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *