Dinas Pendidikan Luwu Sebut Buku Cetak Untuk SD Disediakan Melalui Dana Bos

SUARAPANTAU.COM, LUWU – Demi untuk meningkatkan mutu pendidikan pemerintah telah menyiapkan banyak dana guna untuk menunjang fasilitas atau alat pendukung pendidikan.

Program pemerintah melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan setiap sekolah di dalamnya mencakup banyak item pembiayaan yang bisa dibelanjakan guna mendukung jalannya aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Salah satu fungsi penggunaan Dana BOS di sekolah yakni dapat digunakan untuk membeli buku mata pelajaran bagi siswa.

Dengan adanya dana tersebut, pihak sekolah sudah tidak boleh lagi ada istilah menjual buku pelajaran kepada murid-muridnya.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya itu, pihak sekolah juga tidak boleh membebankan murid untuk menggandakan buku cetak atau buku mata pelajaran.

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Padri Noor Padelang, menegaskan bahwa, secara garis besar buku cetak di tiap mata pelajaran itu sudah disediakan sekolah lewat Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

”Jadi buku cetak setiap mata pelajaran yang ada itu sudah dibeli dan dianggarkan melalui BOS, jadi masing-masing siswa untuk setiap mata pelajaran telah disiapkan melalui dana BOS itu,” ujarnya, Kamis (24/8).

Padri menjelaskan bahwa buku cetak setiap mata pelajaran disiapkan oleh sekolah dan dipinjamkan kepada masing-masing murid.

“Buku ini sifatnya dipinjamkan kepada murid  dan boleh memakai selama satu semester” ucapnya.

Padri menyampaikan bahwa buku ini satu berbanding satu, artinya, setiap siswa akan dipinjamkan satu buku per mata pelajaran.

“Jadi apabila total mata pelajaran ada 10 buku maka yang dipinjamkan sekolah ke murid di setiap semester itu harus 10 buku juga” terang Padri.

Ia juga menyampaikan bahwa, setelah selesai semester atau tahun ajaran murid diwajibkan untuk mengembalikan buku cetak yang dipinjamkan tersebut.

”Begitu seterusnya, setiap semester murid dibagikan lagi buku setiap mata pelajaran” ungkapnya.

Dengan begitu, kata Padri, siswa tidak lagi dibebankan membeli buku atau menggandakan buku cetak kecuali buku lain di luar mata pelajaran yang ada yang bisa menjadi referensi tambahan bagi murid. (rls/*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *