MAN 1 Sumedang Gelar Perkemahan Masa Tamu Pramuka

MAN 1 Sumedang Gelar Perkemahan Masa Tamu Pramuka

SUARAPANTAU.COM – Memasuki tahun Ajaran 2023/2024 MAN 1 Sumedang khusus untuk peserta didik baru kelas X yang telah memasuki jenjang/tingkat pramuka penegak.

Perkemahan ini, sebagai salah satu syarat dalam mengenalkan tingkatan kepramukaan di Penegak yang disebut sebagai Pekemahan Masa Tamu (Permata) pada Gugus Depan MAN 1 Sumedang.

Kemah berlangsung di bumi perkemahan Ciburial Desa Licin Cimalaka Sumedang 5-7 Oktober 2023.

Baca Juga: SMAN 1 Enrekang Sukses Gelar Turnamen Futsal

Bacaan Lainnya

Penyelenggara kegiatan,  dibawah kepanitian dewan pembina, guru dan pengurus Ambalan Pangeran Diponegoro – RA Kartini Gugus Depan 22.003 – 22. 004 dengan nama dengan kegiatan wujudkan impian menuju generasi presisi.

Selain untuk memperkenalkan materi kepramukaan, sebagai ekstrakurikuler wajib, kegiatan Permata juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kemandirian kepada siswa baru.

Kemudian membentuk karakter peserta didik agar lebih maju dan lebih baik. Para peserta diajak bersosialisasi dengan sahabat-sahabat barunya, serta dengan kakak tingkat di sekolah.

Kegiatan kepramukaan tidak lepas dari lingkungan lembaga pendidikan, semenjak terbitnya UU No 12 Tahun 2010 tentang kegiatan pramuka. Pada undang-undang tersebut tercantum beberapa hak dan kewajiban peserta didik dalam hal kepramukaan.

Selain itu, peserta didik baru mampu mengembangkan bakat serta dapat menyalurkan minatnya, yang akan terus dibina dengan baik dan diarahkan secara positif.

Perkemahan adalah kegiatan alam terbuka oleh peserta didik (Pramuka) atau sekelompok orang (komunitas/organisasi) yang terlaksana dalam waktu terbatas (1 sampai 7 hari).

Kegiatan berkemah merupakan salah satu kegiatan yang paling dinanti dalam dunia kepramukaan terutama anak-anak peserta didik.

Mengikuti kegiatan berkemah berarti kita akan mendapatkan suasana belajar baru diluar ruang kelas. Berkegiatan dan belajar hal baru dengan teman-teman diluar ruangan dan di luar jam belajar normal pada umumnya.

Kegiatan di luar ruangan biasanya diterapkan secara wajib pada saat peserta didik masuk lingkungan tingkatan pendidikan baru.

Meskipun terkesan wajib, hal ini nantinya bermanfaat untuk mendorong nilai kemandirian dan sukarela yang merupakan sifat dasar dari kegiatan kepramukaan itu sendiri.

Penulis: Ismail Farid

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *