SUARAPANTAU.COM – Aktivis Komite Indonesia Muda melaporkan Podcast Bocor Alus Politik ke Dewan Pers yang diduga menggiring opini publik dan meresahkan masyarakat.
Aktivis Komite Indonesia Muda, Frans kepada Suarapantau.com (7/12/2023), menyampaikan pihaknya telah menyampaikan aduan langsung ke Dewan Pers agar diproses.
“Program Bocor Alus Politik ini mengangkat isu yang masih perlu pendalaman lebih lanjut, tetapi sudah dilempar ke masyarakat dan masyarakat menjadi gaduh,” terang Frans.
Baca Juga: PP GMKI Minta Semua Pihak Tidak Terprovokasi dengan Kasus Bitung
Mnurut Frans karya jurnalistik dalam konten Bocor Alus Politik masih butuh pendalaman dan klarifikasi.
Hal ini, untuk menghindari penggiringan opini terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya.
Frans juga menyampaikan bahwa program Bocor Alus Politik yang mengangkat tema Manuver Polisi dan Kejaksaan Memenangkan Prabowo-Gibran sangat tendensius.
Baca Juga: Alumni HMI Desak Mendes PDTT Halim Iskandar Klarifikasi Isu Pendamping Desa Jadi Buzzer
“Beberapa kali dalam podcast tersebut mengangkat narasi bahwa ada tekanan dari polisi ke elemen masyarakat dan parpol tapi ini kan perlu diperiksa buktinya dan jangan hanya mengandalkan asumsi,” terangnya.
Selain itu, penggunaan judul yang sangat berpihak juga perlu disoroti.
“Judul podcast nya saja sangat mengarah dan berpihak, padahal di dalam podcast tersebut dibahas juga hal-hal lain, ini kan aneh”.
Sehingga Frans berharap Dewan Pers menegur Tempo dan Program Bocor Alus Politik.
(***)




