Opini: Etika Manusia Kardus!

Alumni HMI, George Edwin Sugiharto
Alumni HMI, George Edwin Sugiharto

KARDUS! Ya, kardus. Meskipun semua orang tahu bahwa kardus itu hanya semacam kotak penyimpan barang, kardus ini bs membuat kegaduhan, kardus gaduh bukan di pasar, mal, atau gudang-gudang pengepakan.

Kardus bikin gaduh arena politik, bukan kardus tempat barang-barang elektronik yang baru dibeli dari pusat perbelanjaan. Bukan pula kardus tempat menyimpan sepatu di rumah Anda. Ini memang kardus yang lain. Kardus istimewa.

Namanya “Kardus Durian”, selisih tipis dengan nama Gusdurian, yah rasanya Gusdurian ndak bakal lupa dengan pencuri itu dan mungkin penerima kardus ini kualat dengan Gus Dur karena mencuri PKB.

Baca Juga: Nazwar: Evaluasi Masifnya Artificial Intelligence

Bacaan Lainnya

Adapun ”kardus durian” merupakan kasus dugaan suap pengucuran dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2011.

Saat itu, Cak Imin masih menjabat sebagai Menakertrans. Kasus ini pernah disidik oleh KPK, tetapi belakang dihentikan. Ada yang berpendapat penghentian kasus ini sarat kepentingan politik.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bahkan sempat kembali diperiksa kembali beberapa waktu lalu dalam kasus lain, sebagai saksi perkara dugaan korupsi proyek pengadaan sistem proteksi tenaga kerja Indonesia di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2012.

Mengutip pernyataan Capres nya Anies Baswedan soal “Pola” — Bila dulu suka mencuri, besok juga suka mencuri. Bila dulu penghianat dan pelanggar etika, maka besok juga penghianat dan pelanggar etika. Pasti, karena itu namanya pola. Pola itu nggak bisa bohong. Begitulah klo bapak pencari KTP Angin sdh mengeluarkan kata-kata kosong. Kata kosong itu, sering di pelintir sampai akhirnya seperti menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Baca Juga: Capres Anies Baswedan Tidak Minta Maaf Soal Hoaks Harun Al Rasyid

Nah ini ada kisah tentang kardus-kardus yang berubah menjadi tikus dan kucing. Kardus bosan menjadi dirinya karena apabila kosong cuma jadi sarang tikus. Mungkin begitulah perjalanan nafsu kekuasaan Anies Baswedan. Pasca dipecat Jokowi dan kosong jabatan, buru-buru mencari perahu baru mengejar kuasa demi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Datang ke rumah Pak Prabowo minta diusung dan dibiayai unt berkuasa sbg Gub Jakarta. Lalu didebat Capres menyebar Fitnah menggunakan nama Almarhum Harun Al Rasyid. Yg benar, Pak Prabowo adalah mantan pendukung Anies yg di Fitnah di Debat Pilpres.

Kok ada orng kayak gini yah? Oiya ada, Abu Jahal. Jago syair namun diberi gelar Jahal krn menolak menjadi baik.

Lanjut ceritanya yah. Begitu menjadi tikus, tikus-tikus memangsa dan mencuri apa saja. Seketika tikus-tikus ketakutan karena ada kucing. Kardus yang sudah berubah menjadi tikus itu pun berdoa menjadi kucing. Akhirnya menjadi kucing dan mereka memburu tikus-tikus dan sering berantem.

Baca Juga: Jubir TKN Golf Muda Ananda Bahri Minta Anies Klarifikasi Kebohongan Tentang Harun Al Rasyid

Kardus-kardus yang telah bermetamorfosis itu pun gundah. Menjadi tikus suka mencuri, menjadi kucing suka bertengkar, lalu menjadi apa? Capres? Buru-buru kucing kardus mencegah:

”Jangan, jangan memohon kepada Tuhan menjadi Capres. Saya tahu persis Capres ternyata lebih rendah daripada kucing-kucing dan tikus-tikus. Saya tadi masuk ke dalam TV, lalu TV itu berbicara kalau Capres juga pernah mencuri, bertengkar dan berkhianat.” Semua kucing-kucing menangis. Mereka akhirnya berdoa meminta kembali menjadi kardus.

Ketika adegan teater berakhir tinggal tanda tanya yang membekas di benak penonton: apakah ”kardus” yang kerap bikin heboh panggung politik itu juga mengindikasikan perilaku suka mencuri, bertengkar dan berkhianat? Tentu saja kardus tak bisa bersilat lidah untuk menjawab.

Namun, melongok keluar ke arah panggung politik yang selalu gaduh, betapa banyak kasus korupsi yang menjerat politikus dan pejabat bolak-balik di periksa KPK serta penghianatan politik demi merebut kuasa menjadi Capres rela menjual nama orang yang tinggal nama. Jangan-jangan begitulah “Etika Manusia Kardus”.

Penulis: George Edwin Sugiharto
*Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *