ASBS: Mubes Bhuyakha Membahas Berbagai Persoalan Penting Nasib Masyarakat

 

SUARAPANTAU.COM – Aliansi Sentani Bersatu Sejahtra (ASBS) akan menggelar musyawarah besar (Mubes) di Kampung Hobong Distrik Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, 18 Januari 2024 mendatang.

Dalam keterangan yang diterima Suarapantau.com, Musyawarah ini akan membahas berbagai persoalan yang terjadi di Suku Sentani Kabupaten Jayapura.

Ketua Umum ASBS, Jhon M Suebu mengatakan Mubes dilaksanakan dalam rangka mendiskusikan berbagai macam persoalan yang terjadi di bumi Khenambay Umbay.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: 10 Manfaat Jasa Managed SOC Amankan Perusahaan dan Data Digital dari Serangan Siber

Adapun Tema yang diangkat adalah ”UU Otsus Tonggak Keadilan Bagi Manusia dan Alam Sentani”.

“Merumuskan jalan keluar secara demokratis. Baik persoalan ekonomi, politik maupun sosial budaya, yang akan dituangkan dalam bentuk resolusi,” ujar Ketua Umum ASBS Jhon Suebu, dalam keterangan kepada Suarapantau.com, Kamis (11/1/2024).

Mubes yang juga dihadiri perwakilan Dewan Adat, Pemerintah, Agama Perempuan dan Pemuda Serta Paguyuban Nusantara Di Kabupaten Jayapura.

Baca Juga: Peluang Bisnis Jual Beli Pulsa Digital: Menguntungkan dan Berkembang Pesat

Mereka akan dilibatkan dalam membahas persoalan di Sentani untuk menghasilkan resolusi.

Suebu menambahkan selain berisi jalan keluar secara programatik, resolusi ini juga akan mengkritisi otonomi khusus yang berlaku di Papua.

Termasuk aspek kelembagaan, agar aspirasi dari basis masyarakat yang paling bawah menjadi dasar dalam membangun masyarakat Sentani.

Baca Juga: Transaksi Pakai QRIS Lebih Praktis di Era Digital

“Karena mereka lah yang harus menjadi prioritas pembangunan, baik pembangunan sosial ekonomi maupun Politik dan sumber daya manusia,” katanya.

Ia juga mengatakan pembangunan di Sentani harus menjunjung tinggi adat istiadat dan yang terpenting menjadikan masyarakat sebagai subyek, agar keadilan serta kemakmuran bisa segera terwujud.

Oleh karena itu, Jhon mengatakan bahwa kapitalisasi serta eksploitasi terhadap sumber daya alam masyarakat Papua terutama di wilayah Adat Sentani yang hanya menguntungkan segelintir orang harus dihentikan.

Baca Juga: Helicopter Tour Fly Bali: 6 Sensasi Indah Bali dari Udara

“Saya Menyampaikan terimakasih Kepada Dewan Adat Suku Sentani, tokoh Agama, Pemuda dan Juga Perempuan Suku Sentani bahkan Papua seiring berjalannya waktu yang lalu ASBS tetap Eksis sampai hari ini. Kami banyak mendapatkan tantangan tetapi semua itu berjalan dengan baik, ” terangnya.

“Panitia Musyawarah Besar Bhuyakha Bersatu 2024 sudah di bentuk dan sedang berjalan dalam persiapan pelaksanaan harapan kami agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

“Selamat dan sukses atas langkah besar yang akan kamu ambil. Percayalah pada dirimu sendiri dan yakinlah bahwa kamu mampu mencapai segala yang kamu inginkan.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *