Sekjen Pemuda Tani Indonesia Suroyo: Prabowo-Gibran Paling Komitmen Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Sekjen Pemuda Tani Indonesia Suroyo: Prabowo-Gibran Paling Komitmen Terhadap Kesejahteraan Petani
Sekjen Pemuda Tani Indonesia Suroyo: Prabowo-Gibran Paling Komitmen Terhadap Kesejahteraan Petani

SUARAPANTAU.COM – Sekjen Pemuda Tani Indonesia Suroyo menyebut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming yang paling komitmen terhadap kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima Suarapantau.com, Suroyo mengapresiasi komitmen Prabowo-Gibran untuk melakukan hilirisasi pertanian untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

Sekjen Pemuda Tani Indonesia ini, menggarisbawahi poin tersebut, pada sesi Debat Kedua Calon Wakil Presiden dengan tema Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Profil R.S Suroyo Sekjen Pemuda Tani Indonesia

“Salah satu hal yang menarik adalah Mas Gibran membahas hilirisasi pertanian. Hal ini membuktikan bahwa pasangan Prabowo Gibran selalu ingat petani dalam setiap kesempatan termasuk dalam debat Calon Wakil Presiden,” terangnya.

“Hal ini bukti nyata bahwa pasangan ini sangat pro terhadap petani,” sambungnya.

Sekjen Pemuda Tani Indonesia: Pentingnya Hilirisasi Pertanian

Lebih jauh, kata Suroyo, hilirisasi pertanian sebagai proses mengolah bahan mentah menjadi produk turunan akan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Menurutnya, hilirisasi pada berbagai komoditas pertanian merupakan salah satu kunci meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong terciptanya banyak peluang sebagai upaya peningkatan lapangan kerja, nilai tambah dan devisa.

Baca Juga: Debat Pilpres, Pemuda Tani Indonesia: Pak Prabowo yang Konsisten Perjuangkan Petani

“Prabowo Gibran tidak hanya memperkuat pertanian di hulu saja, namun sampai ke hilirnya dan kedepan saya optimis hilirisasi pertanian akan semakin menunjang pertumbuhan dan pendapatan negara” ujar Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia ini.

Menurut Suroyo, dengan diolah terlebih dahulu, petani berpotensi mendapatkan pendapatan lebih tinggi.

“Hilirisasi pertanian ini kan mengolah hasil pertanian yang kita miliki menjadi produk turunan lain. Produk olahannya ini kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi. Potensi pendapatan yang diraih petani akan lebih tinggi dari sebelum diolah,” terangnya.

Selama ini, kata Suroyo, petani cenderung menjual produknya secara langsung saat panen tanpa mengolahnya.

Baca Juga: Semarak HUT ke-36 Pemuda Tani: Pemuda Tani Cup 2022 Perebutkan Piala Budisatrio Djiwandono

Sehingga keuntungan yang diterimanya lebih kecil, sebagai contoh petani padi lebih banyak menjual Gabah padahal petani dapat menjual dalam bentuk beras agar pendapatannya lebih tinggi.

Sekjen Pemuda Tani Indonesia Suroyo menegaskan, contoh Tanaman padi ternyata memiliki hingga 42 jenis produk turunan, tidak hanya beras yang biasa kita konsumsi. Turunan lain misalnya, beras menir dan dedak halus untuk pakan ternak, briket dari sekam padi dan sampo dari merang padi.

Selain padi, tanaman kakao yang banyak dibudidayakan oleh petani kita diarahkan untuk menghasilkan bubuk coklat, lemak coklat, makanan dan minuman dari coklat.

“Sehingga tidak lagi Indonesia menjual kakao ke luar negeri dan kembali ke Indonesia dalam bentuk coklat yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia” jelasnya.

Baca Juga: Deklarasi Tani Merdeka Blora, Don Muzakir: Prabowo Presiden Petani Sejahtera

“Mas Gibran memberikan semangat yang luar biasa kepada para pemuda dalam debat cawapres sehingga para pemuda menjadi termotivasi untuk turut mengembangkan hilirisasi pertanian karena kontribusi aktif pemuda sangat dibutuhkan untuk semakin memperkokoh dan memperkuat pertanian dari hulu hingga hilir,” paparnya.

Sesuai dengan visi Indonesia Maju, “Prabowo Gibran akan Membangun infrastruktur yang berkeadilan, dengan mengutamakan akses terhadap kawasan industri, lahan produksi pertanian, perikanan, dan perkebunan, dengan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Serta membangun kembali industri rakyat, dasar, dan strategis nasional yang mampu memproduksi barang-barang modal untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri” tutup Suroyo.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait