Innovillage: Peran Strategis Kampus Unggulan Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia

Program Innovillage sebagai Wadah Kolaborasi kampus untuk pembangunan berkelanjutan
Program Innovillage sebagai Wadah Kolaborasi kampus untuk pembangunan berkelanjutan

SUARA PANTAU – Program Innovillage sebagai Wadah Kolaborasi kampus untuk pembangunan berkelanjutan dengan mengusung tema “Empowering Young Sociopreneur for National Development tahun 2023/2024”.

Menurut Prof Adiwijaya selaku Rektor Telkom University dan Ketua APERTI BUMN, program ini di ikuti 2783 mahasiswa dari 146 kampus yang mendaftar.

Prof Adiwijaya menyebut hal tersebut, menunjukkan minat yang besar dari generasi muda untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek sosial yang inovatif dan berdampak.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Riset Pengaruh Media Terhadap Isu-Isu Nasional

Memberdayakan mahasiswa untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial, program ini diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan desa.

Selain itu, tagline ‘#DigitalUntukSemua’ untuk mendorong kesadaran akan pentingnya teknologi digital sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial. Dengan memanfaatkan teknologi, mahasiswa dapat menciptakan solusi yang lebih efektif dan efisien dalam menangani masalah-masalah yang ada.

Sinergi ini memberikan kontribusi besar dalam mendorong Transformasi digital, inovasi, digitalisasi, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 12 Manfaat Penggunaan OCR di Era Digital

Serta wujud nyata komitmen PT Telkom Indonesia dalam pengimplementasian ESG (Environmental, Social, dan Governance) melalui program EXIST (ESG Existence for Sustainability by Telkom Indonesia).

Serta keterkaitan dengan inisiatif Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) merupakan langkah yang sangat positif dalam mengintegrasikan pembelajaran praktis dengan pengembangan keterampilan teknis dan analitis mahasiswa. Tutur prof Adiwijaya.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari dalam situasi nyata.

Baca Juga: Transaksi Pakai QRIS Lebih Praktis di Era Digital

Desember 2023 telah diumumkan 163 Tim dari 66 Perguruan Tinggi untuk selanjutnya didanai implementasi social project selama 2 bulan (sd. 18 Februari 2024) dengan total pendanaan 2.4 Miliar.

Merupakan langkah yang sangat positif dalam mendorong terwujudnya ide-ide inovatif menjadi nyata dan memberikan dampak yang konkret dalam masyarakat.

Tim-tim ini juga memiliki kesempatan yang berharga untuk menjalankan proyek-proyek mereka, menghadapi tantangan di lapangan, dan mengukur dampak yang dihasilkan.

Beberapa kampus ternama yang ikut ambil bagian dalam program Innovillage ini, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Telkom serta kampus lainnya. Tidak lepas atas kolaborasi bersama Forum Rektor Indonesia, APERTI BUMN, ICCN dan APTIKOM.

Selanjutnya setelah proses implementasi lapangan, akan dilanjutkan penilaian untuk menentukan hasil-hasil yang terbaik untuk mendapatkan apresiasi dan berpeluang dalam kesempatan untuk masuk proses inkubasi selanjutnya yang direncanakan mulai Maret 2024 ini.

Semoga program ini berhasil menciptakan dampak yang positif dan memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sosial, lingkungan dan negara, ungkap Prof Adiwijaya selaku Rektor Telkom University.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait