Literatur Institut: Kampus Harus Netral Wujudkan Pemilu Damai

Direktur Literatur Institut, Asran Siara / Suarapantau

SUARA PANTAU – Civitas akademika kampus harus netral menjaga netralitas dan menjauhi kesan terjerumus politik praktis jelang Pemilu 2024.

Direktur Literatur Institut, Asran Siara menilai pentingnya peran akademisi dan institusi kampus harus netral untuk mewujudkan kondusifitas iklim demokrasi jelang hari pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2024.

“Kita semua bertanggungjawab mewujudkan kondusifitas, agar terwujud Pemilu damai dan sejuk. Terutama kalangan intelektual kampus perlu mengambil peran memberikan teladan ditengah masyarakat,” terang Asran Siara, di Jawa Tengah, Kamis 8 Februari 2024.

Baca Juga: Literatur Institut: Mayoritas Pemilih Milenial dan Gen Z Tolak Figur Capres Cawapres Tersangkut Korupsi

Kampus Harus Netral Wujudkan Demokrasi Sejuk

Asran Siara menyayangkan sejumlah oknum akademisi yang beberapa hari terakhir terkesan terjerumus politik praktis dengan membuat pernyataan kontra produktif yang dinilai bisa mengganggu ketertiban dan keamanan nasional.

“Sudah cukup masyarakat dibentur-benturkan karena perbedaan pilihan. Ditambah banyak penyebaran hoaks jelang Pemilu,” imbuhnya.

Menurut Asran Siara, kalangan akademisi harus menjadi pelita terwujudnya demokrasi yang sejuk. Serta menjauhi pernyataan-pernyataan yang memprovokasi rakyat.

Baca Juga: Literatur Institut: Apresiasi Kenegarawanan Prabowo Berhasil Redam Polarisasi Pemilu 2019

Literatur Institut Apresiasi Peran Polri Wujudkan Pemilu Damai

Lebih jauh, Asran Siara mengapresiasi peran Polri yang terus bekerja mengawal ketertiban masyarakat dan melakukan berbagai upaya komunikasi persuasif.

“Masa depan bangsa terlalu mahal untuk kita gadaikan dengan politik praktis. Olehnya, perlu peran aktif semua pihak mengawal Pemilu damai tanpa gerakan-gerakan profokatif,” lanjutnya.

Baca Juga: Alumni HMI Desak Mendes PDTT Halim Iskandar Klarifikasi Isu Pendamping Desa Jadi Buzzer

Asran Siara berharap proses pelaksanaan Pemilu 2024 tetap pada koridor dan suasana terkendali dengan mewujudkan Pemilu damai.

“Siapapun yang terpilih adalah putra terbaik bangsa. Tidak perlu saling memprovokasi, biarkan rakyat menentukan pilihan masing-masing. Jauh lebih penting adalah kepemimpinan nasional berikutnya, mampu melanjutkan pembangunan nasional yang sudah ada saat ini,” tutupnya.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pos terkait