Profil Ricco Survival Yubaidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Kebangsaan Malaysia

Ricco Survival Yubaidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Kebangsaan Malaysia
Ricco Survival Yubaidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Kebangsaan Malaysia

SUARA PANTAU – Profil Ricco Survival Yubaidi meraih Gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Kebangsaan Malaysia.

Dengan prestasi yang luar biasa pada usia 30 tahun, Ricco Survival Yubaidi berhasil meraih gelar Ph.D. (Doktor Falsafah) dalam bidang Ilmu Hukum pada Rabu, 31 Januari 2024 lalu.

Diketahui, Universitas Kebangsaan Malaysia merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Negeri Jiran.

Baca Juga: Profil Sabil Rachman Caleg DPR RI Golkar Dapil Jawa Barat 2

Judul Disertasi Ricco Survival Yubaidi

Disertasinya, berjudul “Sistem dan Dasar Kesahan Pendaftaran Pemilikan Tanah di Indonesia,” membahas secara mendalam tata kelola sumber daya alam dan peraturan di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Ricco Survival Yubaidi berfokus pada prosedur pendaftaran kepemilikan tanah, dengan penekanan khusus pada implikasi Undang-Undang Agraria di Indonesia, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960.

Studinya juga melibatkan analisis perbandingan dengan peraturan di Malaysia yang mengatur sumber daya alam, terutama Kanun Tanah Negara/National Land Code.

Baca Juga: Profil Bianti Djiwandono Kakak Prabowo Subianto

Selama penelitiannya, Ricco menemukan berbagai inovasi dan wawasan baru melalui analisis mendalam dan studi perbandingan sistem pendaftaran tanah antara Indonesia dan Malaysia.

Secara khusus, ia mengamati dinamika yang sedang berkembang di Indonesia, di mana pengaruh antara Civil Law dan Common Law saat ini saling mempengaruhi sistem hukum di tiap-tiap negara salah satunya, Indonesia.

Ricco Survival Yubaidi berharap bahwa disertasinya akan menjadi sumber yang berharga bagi rekan-rekan peneliti.

Baca Juga: Profil CIMB Niaga: Bank Swasta Domestik Terbesar Kedua di Indonesia

Serta ikut berkontribusi dalam diskusi ilmiah yang sedang berlangsung di bidang ini.

Dengan membahas kompleksitas pendaftaran dan kepemilikan tanah, ia bertujuan untuk merangsang penelitian lebih lanjut dan meningkatkan pemahaman tentang kerangka hukum di wilayah Asia Tenggara.

(Ran)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pos terkait