PB HMI MPO Minta Polda Sulsel Usut Tambang Ilegal di Wajo

Pengurus PB HMI MPO, Ukhy Sukirman
Pengurus PB HMI MPO, Ukhy Sukirman

SUARA PANTAU – PB HMI MPO meminta Kapolda Sulawesi Selatan agar mengusut pelaku perusakan lingkungan melalui aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Wajo.

Hal tersebut, disampaikan oleh Pengurus PB HMI MPO, Ukhy Sukirman, Ahad 5 Mei 2024.

Ukhy Sukirman menyebut Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Andi Rian Djajadi perlu turun tangan menangani kasus ini.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Dialog Kebangsaan Sespim Polri

Bacaan Lainnya

Aktivitas perusakan lingkungan (Tambang Ilegal) berupa pengerukan gunung khususnya di Wilayah Kabupaten Wajo.

Ia meminta mengusut semua pihak yang terbukti terlibat ditindak tegas.

“Perusahaan yang merusak lingkungan seperti pengerukan gunung dan yang menjalankan tambang ilegal harus ditindak dan diusut tegas. Mau itu perorangan atau perusahaan, tangkap untuk menyelamatkan lingkungan kita dari kerusakan yang mengakibatkan banjir setiap tahunnya ,” kata Ukhy Sukirman melalui keterangan tertulis, Ahad (5/5).

Baca Juga: Komisi Yudisial dan Propam Polda Sulsel Didesak Usut Dugaan Cacat Prosedural Kasus Akbar Idris

Pemuda Asal Kabupaten Wajo tersebut menilai kondisi pengerukan gunung yang ilegal dan lahan tersebut sangat darurat. Menurutnya, aksi perusakan lingkungan atau pembiaran tidak bisa ditoleransi.

“Ini kondisinya sudah darurat, tidak bisa ditawar lagi. Karena ini jelas-jelas kejahatan, bukan bencana alam. Praktik-praktik eksplorasi pengerukan gunung yang sering terjadi di Wilayah Kecamatan Tempe dan tambang-tambang ilegal yang beroperasi seputar di kecamatan Pitumpanua yang dampaknya menyebabkan kerusakan lingkungan, Harap kapolda sulsel Irjen Pol Andi Rian bisa turun terlibat berantas,” tandasnya.

Baca Juga: MW KAHMI Sulsel Minta Kader dan Alumni HMI Kawal Kasus Akbar Idris

Selain itu, Ukhy sukirman meminta kapolda Sulsel melakukan pengawasan ketat di wilayah yang memiliki rekam jejak sebagai daerah rawan terjadi banjir dampak dari kerusakan lingkungan tersebut

“Kita perlu bersatu menyuarakan penolakan terhadap perusakan lingkungan, gunung kita perlu jaga, Hutan harus tetap lestari dan tambang wajib di Tolak demi menyelamatkan daerah kita dari bencana,” lanjutnya.

Alumni Magister Unhas itu mengaku sangat menaruh perhatian semua pihak turut mengawal. Ulah oknum tersebut berdampak sangat buruk terhadap segala aspek.

“Baik dari segi lingkungan, kualitas udara, sampai kesehatan masyarakat sekitar dan ujungnya berdampak banjir. Jadi jika sengaja dibiarkan, berarti sama saja mencelakai seluruh masyarakat di daerah itu,” tutup Ukhy Sukirman.

Pasalnya, Kerusakan lingkungan yang terjadi khususnya berdampak banjir efek dari pengerukan gunung secara brutal yang berada di Wilayah Kabupaten Wajo dan Tambang-tambang yang beroperasi secara ilegal.

(Rls)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *