UNJ dan MGMP PPKn SMP DKI Pelatihan Kearifan Lokal Jadi Sumber Belajar di Suku Badui

SUARA PANTAU – Pelatihan Pemanfaatan Kearifan Lokal sebagai Sumber Belajar dilaksanakan Dosen UNJ bekerjasama dengan MGMP PPKn SMP DKI melakukan Studi Budaya di Suku Badui.

Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (PPs UNJ) melakukan pelatihan pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kompetensi pedagogik bagi guru PPKn SMP DKI Jakarta.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan dua sesi, Indoor dan Outdoor.

Baca Juga: Dosen PPs UNJ Gandeng Universitas Baturaja Gelar Penelitian Kompetitif Nasional

Bacaan Lainnya

Sesi Indoor Kamis, 16 Mei 2024 yakni penguatan pemahaman guru tentang pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar dengan guru PPKn melalui diskusi webinar.

Kemudian, Sesi Outdoor Kamis 23- 24 Mei 2024 yakni observasi lapangan atau studi budaya di Suku Badui, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini bertema “Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Bagi Guru PPKn SMP DKI Jakarta”.

Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang yang terdiri dari 25 Guru PPKn dan 5 Orang dari Panitia Pelaksana Pengabdian.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Dosen PGSD UNJ di Garut Jabar

Ketua Panitia Pelaksana Pengabdian Prof. Dr. Muhammad Japar, M.Si yang juga Wakil Direktur II Pascasarjana UNJ, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya.

Tahun ini guru melakukan studi budaya atau observasi secara langsung terkait pemanfaatan kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Hal ini merupakan pengalaman belajar yang nyata bagi para guru.

Adapun harapannya, kegiatan ini dapat mengembangkan kompetensi pedagogiknya dengan pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar yang tidak hanya diangkat dari suku badui saja.

Baca Juga: Dosen PGSD UNJ Dorong Penguatan Kompetensi Guru SD di Kepulauan Seribu dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Namun, kearifan lokal yang ada di daerahnya masing-masing juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Beberapa peserta dari kegiatan pengabdian merespon bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan penting untuk terus dilakukan dalam Kurikulum Merdeka sebagai bentuk pendalaman guru terhadap pengembangan Profil Pelajar Pancasila yang akan dikembangkan kepada pada para peserta didik di sekolah.

Erni Septianingrum peserta dari SMPN 198 Jakarta Timur berpendapat bahwa beliau memiliki motivasi yang tinggi dalam mengikuti kegiatan ini karena dapat memperkaya wawasan tentang kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Kedepan beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar memperkuat wawasan kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Bapak Muhammad Jahidin peserta dari SMPN 206 Jakarta Barat berharap kegiatan pelatihan pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar meningkatkan pemahaman guru dan guru dapat mengenal budaya secara langsung.

Bu Siti Nursari peserta dari SMPN 47 Jakarta Pusat menyatakan bahwa manfaat dari kegiatan studi budaya ini para guru dapat mendapatkan informasi secara lngsung dan original dari sumber utama yang ada di suku badui.

Adapun nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh di suku Badui sebagai bentuk pengamalan nilai Profil Pelajar Pancasila adalah keaslian budaya; kebersamaan mencintai lingkungan/alam; kesederhanaan; rasa syukur atas nikmat Tuhan berikan lewat alam; dan kemandirian.

(**)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *