SUARAPANTAU.COM – Anggota DPD RI, Aji Murni Mawarni, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang bahaya judi online.
Dalam diskusi bertajuk Fokus Talk bertema “Stop Judi Online! Hidupkan Karya, Matikan Taruhan” yang digelar oleh Bakornas Fokusmaker bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Little League, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2024).
Aji menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak destruktif judi online.
Baca Juga: Habiburokhman Apresiasi Polda Metro Bongkar 23 Kasus Judi Online
“Judi online sangat merusak, bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga sosial dan psikologis. Pemerintah harus lebih sering turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi yang jelas dan terarah. Diskusi seperti ini menjadi contoh yang baik untuk menyelamatkan generasi muda dari kecanduan judi online,” ujar Aji.
Aji juga menyoroti perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk memberantas masalah ini hingga ke akarnya.
Baca Juga: Muhadjir Effendy Harap Ada Langkah Kongkret Berantas Judi Online
“Pemerintah perlu melibatkan semua pihak, termasuk organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan, untuk mencegah lebih banyak generasi muda terjebak dalam judi online. Selain itu, eks pecandu harus diberikan peluang untuk berkontribusi pada ekonomi kreatif,” tambahnya.
Ketua Panitia, Auzi Kemora, mengungkapkan bahwa judi online telah menyasar masyarakat ekonomi menengah ke bawah, dengan lebih dari 2,7 juta orang Indonesia terjebak dalam lingkaran ini.
“Judi online merugikan secara sosial, ekonomi, dan psikologis. Melalui diskusi ini, kami berharap dapat mendorong generasi muda untuk memilih jalan ekonomi kreatif sebagai alternatif yang positif,” jelasnya.
Ketua Umum Bakornas Fokusmaker, Ali Ghifar Putra Rinanto, juga menyuarakan keprihatinannya terhadap darurat kecanduan judi online di kalangan generasi muda.
Menurut Ali, akses teknologi yang mudah dan kecenderungan ingin hasil instan menjadi penyebab utama.
“Kami ingin mengarahkan anak muda yang sudah terjebak ke aktivitas yang lebih produktif, seperti mengembangkan UMKM. Dengan begitu, mereka dapat menjadi penggerak ekonomi bangsa,” ujar Ali.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, seperti pakar IT Roan Gylberth dan Ketua Peneliti Pesona UMKM, Popy Novita.
Mereka berbagi pandangan dan strategi untuk mengatasi dampak buruk judi online, sekaligus mempromosikan ekonomi kreatif sebagai solusi utama.
(*)




