JAKARTA – Kunjungan ratusan siswa SMA Taruna Nusantara Magelang di Komplek DPR/MPR RI menyita perhatian, Selasa (29/4/2025) sore. Berbaris rapih memasuki Gedung Nusantara V DPR MPR kompak dan penuh semangat.
Rombongan karyawisata sekitar 371 Siswa SMA Taruna Nusantara dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang, Brigjen TNI Muhammad Imam Gogor Agnie Aditya.
Disiplin dan kekompakan siswa SMA Taruna Nusantara jadi ciri khas sekolah yang dikenal sebagai Laboratorium Kader Pemimpin Bangsa ini.
Setelah memasuki ruangan, mereka duduk sembari menanti kedatangan Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan ceramah kebangsaan sebagai pembekalan.
Turut hadir Anggota DPR/MPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, Endipat Wijaya dan Moreno Suprapto.
Kedatangan Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang juga disambut hangat oleh Wakil Ketua DPR RI, Prof Dr Sufmi Dasco Ahmad.
SMA Taruna Nusantara hadir sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan para siswanya.
Dengan visi menjadi sekolah unggulan dalam mencetak generasi berintegritas, tangguh, dan visioner, SMA Taruna Nusantara terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan berorientasi pada masa depan.
Melalui kurikulum yang terpadu dan berwawasan kebangsaan, siswa-siswi SMA Taruna Nusantara dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai moral dan nasionalisme yang kuat.
Para alumni SMA Taruna Nusantara telah membuktikan diri sebagai pribadi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Mereka aktif dalam berbagai sektor strategis — dari dunia pendidikan, militer, pemerintahan, kewirausahaan, hingga organisasi sosial — dengan karakter kepemimpinan (leadership) yang kuat berpartisipasi dalam memajukan bangsa.
Dengan semangat “Berkarya untuk Bangsa”, SMA Taruna Nusantara terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang siap menjadi kader pemimpin bangsa, demi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing di kancah global.
Penulis: Asran Siara (Direktur Literatur Institut)




