Maka dalam semangat abbulo sibatang, kami warga KKSS akan terus berdiri mendampingi Ketua Umum kami, menjaga niat suci ini agar tidak surut di tengah riak fitnah atau intrik kekuasaan.
Oleh: M. Yusuf Sultan
Di tengah gelombang zaman yang kian deras dan tantangan global yang menguji daya tahan bangsa, kami warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyampaikan rasa bangga yang mendalam kepada salah satu putra terbaik Tanah Bugis-Makassar, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP., yang kini mengemban amanah besar sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia dan sekaligus Ketua Umum BPP KKSS.
Beliau adalah sosok anre gurutta’ di bidang pangan, pemimpin yang tak hanya berbicara, tapi bekerja dengan lempu’ (kejujuran), warani (keberanian), dan amaccang (kecerdasan).
Dalam setiap langkahnya, beliau menapaki jalan perjuangan bukan dengan seremonial, melainkan dengan langkah sunyi yang berdampak nyata. Barani gau’na, tenreng atinna keberanian tindakannya lahir dari hati yang jernih.
Swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana di podium, melainkan mulai nyata di ladang dan sawah. Visi beliau untuk menegakkan kedaulatan pangan bangsa adalah pengejawantahan semangat siri’ na pacce harga diri dan solidaritas yang tak boleh dilukai.
Lebih dari itu, keberanian Pak Menteri membasmi oknum penjarah lumbung negeri, termasuk yang bermain kotor dalam urusan impor beras, adalah cermin dari sikap warani ri ade’ berani menegakkan nilai meski dalam sunyi.
Ketika korupsi mulai menyerang akar lembaga, beliau berdiri tegak bukan hanya sebagai pejabat negara, tapi sebagai anak kampung yang tahu betapa sulitnya hidup petani di tanah tandus.
Sebagaimana pepatah Bugis berkata:”Tau sipakalebbi, sipakainge’, sipatokkong ri ade’” (manusia saling menghargai, saling mengingatkan, saling menguatkan dalam adat).
Maka dalam semangat abbulo sibatang, kami warga KKSS akan terus berdiri mendampingi Ketua Umum kami, menjaga niat suci ini agar tidak surut di tengah riak fitnah atau intrik kekuasaan.
Terima kasih, Pak Menteri. Terima kasih, Pak Ketum. Engkau telah menjadi lambang harapan, sekaligus bukti bahwa dari timur matahari bisa terbit lebih terang. Kami bangga. Kami siap berdiri bersama.
(*)



