Eksklusif: Mahasiswa Unismuh Makassar Sabet Juara 3 MasjidPreneur Competition 2025

Mahasiswa Unismuh Makassar Sabet Juara 3 Masjidpreneur Competition 2025 Se-Kota Makassar

SUARAPANTAU.COM – Eksklusif dari ajang bergengsi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berhasil mengukir prestasi membanggakan di kancah wirausaha muda berbasis masjid. Dalam kompetisi MasjidPreneur 2025 Se-Kota Makassar, mereka sukses meraih Juara 3, sebuah pencapaian yang tidak hanya menorehkan nama kampus di tingkat kota, tetapi juga menunjukkan potensi generasi muda muslim dalam membangun ekonomi kreatif berbasis syariah, Sabtu (6/9/2025).

Prestasi ini menjadi semakin eksklusif karena kompetisi MasjidPreneur dikenal sebagai ajang yang penuh tantangan dan kompetitif. Setiap peserta dituntut menghadirkan ide bisnis inovatif yang selaras dengan nilai-nilai Islami, sekaligus mampu menjawab kebutuhan zaman. Dengan capaian tersebut, mahasiswa Unismuh membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga melahirkan pengusaha muda visioner.

Kegiatan ini merupakan kompetisi kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar.

Dua mahasiswa ini, yaitu Abdillah Khofial Luthfi berasal dari program studi Pendidikan Matematika dan Sabriani dari Program Studi Ilmu Komunikasi, keduanya merupakan perwakilan dari Remaja Masjid Idaaratul Auqaaf yang berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi bergengsi yang diikuti oleh seluruh masjid se-Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Kemenangan ini bukan hanya tentang prestasi individu, tapi juga mencerminkan kolaborasi apik antara dunia kampus dan gerakan remaja masjid. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda namun saling melengkapi, keduanya berhasil menyusun proposal bisnis kreatif berbasis Business Model Canvas dan analisis SWOT yang kuat, hingga layak meraih pendanaan sebesar Rp 10 juta dari pemerintah kota.

Ajang Masjid Preneur 2025 sendiri diawali dengan Pelatihan Remaja Masjid pada 11–15 Agustus di Masjid Raya Makassar. Seluruh masjid dari berbagai penjuru kota mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti pelatihan intensif tentang kepemimpinan, pengelolaan masjid, hingga literasi bisnis dan digital marketing.

Dari pelatihan inilah lahir ide-ide bisnis sosial yang diolah oleh para remaja masjid untuk kemudian dilombakan dalam kompetisi utama.

Puncaknya, pada 4 September, 10 finalis yang lolos seleksi mempresentasikan proposal BMC mereka di hadapan dewan juri. Kemudian pada 6 September, dilangsungkan Masjid Preneur Expo di mana para finalis memamerkan produk dan gagasan bisnis mereka secara langsung kepada publik.

Semarak acara ditutup dengan Tabligh Akbar, diiringi pengumuman pemenang. Momen ini semakin berkesan karena menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Ketua Takmir Masjid Al-Falah Sragen. Kedua tokoh ini memberikan inspirasi luar biasa tentang bagaimana masjid mampu berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Melalui kisah nyata dan pengalaman panjang, keduanya menegaskan bahwa masjid tidak hanya menyoal sebagai tempat peribadatan, namun juga menjadi tempat dalam membangun peradaban.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat peradaban yang menebar kesejahteraan.” ucap Ki Kusnadi Ikhwani selaku Ketua Takmir Masjid Al-Falah Sragen.

Dari sekian banyak masjid peserta, Masjid Idaaratul Auqaaf berhasil tampil memikat. Dua remaja masjid dari perwakilan ini berhasil meraih Juara 3 dan membawa pulang hadiah senilai Rp 10 juta. Sebuah prestasi membanggakan yang tidak hanya membuktikan kemampuan, tetapi juga menegaskan bahwa semangat entrepreneurship di kalangan remaja masjid sedang bertumbuh pesat.

Selain itu, salah satu remaja Masjid Idaaratul Auqaaf Abdillah Khofial Luthfi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap kegiatan MasjidPreneur Competition yang sangat inovatif,

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pelatihan bagi Remaja Masjid dan MasjidPreneur Competition ini, dapat membuka pemikiran kami tentang upaya untuk menghidupkan dan memakmurkan masjid melalui ide bisnis yang kemudian mendapatkan dukungan dari pemerintah, pungkasnya.

Tidak bisa dipungkiri, Kesra Kota Makassar patut mendapat apresiasi tinggi. Program MasjidPreneur ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi upaya strategis untuk menjadikan masjid sebagai wadah pemberdayaan ekonomi dan inkubator bisnis halal bagi generasi muda muslim. Sinergi antara visi keumatan dan semangat entrepreneur seperti inilah yang dibutuhkan umat hari ini.

Prestasi dua mahasiswa Unismuh Makassar ini menjadi bukti bahwa kampus dan masjid bukan dua entitas terpisah. Keduanya bisa bersinergi menciptakan generasi muda yang intelektual, religius, dan produktif. Dari masjid, mereka belajar makna ikhlas dan komitmen. Dari kampus, mereka belajar struktur berpikir dan manajemen ide. Perpaduan ini melahirkan pemuda-pemuda yang bukan hanya siap bersaing di dunia usaha, tetapi juga menebar maslahat bagi masyarakat. (***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *