Pengamat Sosial Apresiasi Kebijakan Gudang Pengawet Sayur Pemkot Tidore sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Rakyat

Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen
Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen

SUARAPANTAU.COM – Rencana Pemerintah Kota Tidore Kepulauan membangun gudang pengawet sayur pada 2026 menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pengamat sosial yang juga akademisi Dr. Nurul Kamaliah Umasangaji.

Kebijakan tersebut dinilai mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi rakyat, khususnya petani, melalui pendekatan struktural yang menyentuh persoalan mendasar di tingkat masyarakat.

Nurul menilai, pernyataan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen yang menegaskan kesiapan pemerintah daerah menyediakan pasar bagi hasil pertanian masyarakat menunjukkan pemahaman yang baik terhadap realitas sosial petani.

Selama ini, petani kerap dihadapkan pada ketidakpastian harga dan keterbatasan akses distribusi, meskipun memiliki kapasitas produksi yang memadai.

“Pembangunan gudang pengawet sayur bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan instrumen sosial yang berfungsi melindungi petani dari kerugian pascapanen dan memperkuat posisi tawar mereka dalam sistem ekonomi lokal,” ujar Nurul yang juga dosen Pembangunan Sosial.

Lebih jauh, pengamat menilai kebijakan tersebut relevan dengan kondisi sosial masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang masih memiliki ikatan kuat dengan sektor pertanian.

Penetapan pertanian sebagai program prioritas dipandang sebagai pilihan pembangunan yang berakar pada identitas sosial dan kearifan lokal masyarakat Tidore.

Pengamat juga mengapresiasi dorongan Wali Kota kepada generasi muda agar tidak semata-mata berorientasi pada pekerjaan sebagai aparatur sipil negara.

Dalam perspektif sosial, ajakan untuk memanfaatkan lahan kosong dan mengembangkan pertanian produktif merupakan upaya membangun etos kemandirian serta menggeser pola pikir ketergantungan terhadap sektor formal pemerintahan.

“Transformasi sosial tidak hanya dibangun melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui kebijakan yang memberi ruang dan kepercayaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengelola potensi ekonomi lokal secara produktif dan bermartabat,” lanjutnya.

Target Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk menjadi daerah penyuplai sayur-mayur, bawang, dan cabai juga dinilai memiliki implikasi sosial yang luas. Selain mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain, kebijakan ini berpotensi memperkuat kohesi sosial di tingkat komunitas melalui aktivitas ekonomi berbasis kelompok tani dan peran aktif penyuluh pertanian.

Secara keseluruhan, Nurul menilai kebijakan pembangunan gudang pengawet sayur sebagai langkah penting dalam membangun ketahanan pangan yang berkeadilan sosial.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, partisipasi masyarakat, serta pendampingan berkelanjutan, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat struktur sosial ekonomi masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

(*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *