Maulid Nabi di PP Syarikat Islam: Menag Romo Syafii Hingga Wamenhaj Dahnil Anzar Hadir

Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kantor PP Syarikat Islam (SI)
Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kantor PP Syarikat Islam (SI), Selasa (26/8/2026)

SUARA PANTAU – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat (PP) Syarikat Islam turut dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, Dr.KH Romo Muhammad Syafii, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor PP Syarikat Islam, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2026).

Selain itu, juga hadir Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief,  Waketum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, dan sejumlah undangan lainnya.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva.

Romo Syafii Beri Kesaksian Tokoh SI Dibalik Kemerdekaan Indonesia

Romo Muhammad Syafii bersaksi bahwa Syarikat Islam (SI) sebagai ormas pergerakan Islam banyak mempelopori kebangkitan ekonomi umat dan bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, Syarikat Islam (SI) sudah lebih dulu mengambil peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.

Menurut Wamenag Romo Muhammad Syafii, perhatian terhadap generasi muda perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kemandirian ekonomi. Ia melihat dua hal tersebut relevan dengan perjalanan panjang Syarikat Islam yang sejak awal memiliki akar gerakan di bidang ekonomi sekaligus pembentukan karakter.

“Sebagai seorang murid sejarah, saya akan mengatakan, tidak lengkap membaca sejarah Indonesia tanpa mengikutsertakan peran dari Syarikat Islam,” ungkapnya.

Wamenag mengatakan, perjalanan SI tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Dalam perkembangannya, organisasi tersebut turut menjadi ruang pembentukan karakter dan melahirkan tokoh-tokoh yang mewarnai perjalanan bangsa.

Karena itu, ia mengapresiasi upaya kepemimpinan SI saat ini untuk kembali memberikan perhatian terhadap akar gerakan ekonominya. “Sejak awal kesadaran gerakan Syarikat Islam ini adalah bagaimana kita bisa bergerak atau menguasai bidang ekonomi,” katanya.

Semangat tersebut, lanjut Wamenag, memiliki relevansi dengan sejumlah agenda pembangunan yang saat ini dijalankan pemerintah. Ia mencontohkan swasembada pangan, energi dan air, hilirisasi, industrialisasi, hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang sama-sama memiliki dimensi penguatan ekonomi masyarakat.

Namun, penguatan ekonomi pada akhirnya juga perlu bermuara pada pembangunan sumber daya manusia. Dalam konteks itulah, menurut Wamenag, perhatian terhadap anak-anak dan generasi muda menjadi penting.

Wamenag juga memaknai peringatan Maulid Nabi sebagai ruang untuk merawat kebersamaan di tengah beragamnya tradisi umat Islam. Ia menyinggung kehadiran sejumlah tokoh dari berbagai latar organisasi keislaman dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari kebersamaan itu.

Ia berharap semangat yang terbangun dalam peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut melalui penguatan ekonomi dan pembinaan generasi muda.

“Semoga ke depan ini akan bisa berlanjut dengan warna yang lebih kental yaitu ekonomi dan pembinaan generasi muda Islam Indonesia. Semoga Allah menolong SI untuk terus memberi sumbangan penting terhadap pembangunan Indonesia,” pungkas Wamenag.

Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh perhatian yang diberikan kepada anak-anak hari ini. Pesan itu ia sampaikan di tengah kebersamaan dengan anak-anak yatim dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta.

“Mau melihat Indonesia masa depan, jawabnya adalah bagaimana kita memperlakukan anak-anak masa kini,” ujar Wamenag, Selasa (25/8/2026).

Maulid Nabi di PP Syarikat Islam juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim. Wamenag menyebut anak-anak yatim sebagai bagian dari generasi potensial yang sejak dini telah belajar menghadapi kehidupan dan membangun kemandirian.

“Anak-anak yatim ini adalah kader-kader potensial yang sebelum memiliki pendidikan, mereka sudah belajar sendiri bagaimana bisa hidup mandiri,” tuturnya.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *