Daerah

Hidup Dirasa Kian Sulit, Ratusan Nelayan Rembang Curhat ke Sandiaga Uno

SUARAPANTAU.COM, REMBANG — Begitu tiba di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung Rembang, Jawa Tengah, Sandiaga Salahuddin Uno disambut antusias ratusan nelayan.

Begitu turun mobil, calon wakil presiden nomor urut 02 ini, langsung menghanpiri para nelayan yang sedang melakukan bongkar muat ikan. Mereka berdesakan untuk bersalaman bahkan mengajak swafoto dan berjabat tangan.

Dalam dialog para nelayan dan pemilik kapal dari Haji Karli dan Jumiyati juga Ketua Jaringan Nasional Riyono, Ketua Jaringan Nelayan Indonesia (JNI) mengeluhkan makin sulitnya kehidupan para nelayan. Ternyata kesulitan ini, berdampak pada kehidupan penunjang para nelayan, seperti Ikhwan penjual serbet.

Menurut Ikhwan, penjualan serbetnya berkurang sejak adanya kebijakan yang merugikan nelayan.

“Saya penjual serbet pak, barang dagangan agak sepi. Tapi yang saya mau bicarakan, Pak Sandi kan bicara infrastruktur, seharusnya bisa pakai apa yang ada di Indonesia. Misalnya banyak yang mengeluhkan karet harganya jatuh, dan jalan-jalan jelek. Nah pakai aspal dari pulau buton dan setiap sambungan dikasih karet pak,” kata pria berkacamata dengan minus sepuluh tersebut.

Sandi kagum atas pertanyaan Ikhwan, karena menurut Sandi, ini juga dilakukan di belahan dunia lain. “Pemerintah harus hadir ketika harga-harga komoditas turun. Mencari terobosan-terobosan, termasuk ide ikhwan menggunakan karet dan aspal untuk pengaspalan jalan,” kata Sandi yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Ikhwan.

Sandi menerima dan menampung semua curhat nelayan dan pemilik kapal. “Intinya mereka ingin ada perubahan rezim dan ingin ada kebijakan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Nelayan ingin perubahan, Pak Prabowo dan saya paham akan hal itu,” terang Sandi.(*)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau