Muhadjir Effendy: Puasa Ramadhan Bukan Hanya Siang Tapi Juga Malam Hari

  • Whatsapp
Menko PMK, Muhadjir Effendy

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berpendapat bahwa puasa Ramadan bukan hanya dilakukan pada siang hari, melainkan termasuk malam hari. Artinya, upaya menahan diri harus tetap dilakukan selama sebulan penuh Ramadan.

“Puasa kita itu adalah puasa 1 (satu) bulan Ramadan. Bukan puasanya itu hanya siang hari saat tidak makan tidak minum. Malam juga puasa, hanya saja ada keringanan, yaitu boleh makan dan boleh berhubungan suami istri,”jelasnya saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) di Mesjid Istiqlal. Rabu malam (14/4/2021).

Bacaan Lainnya

Iklan PU Makassar

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan makna dari ibadah puasa.

“Jadi jangan berpikiran, puasanya kan siang, kalau malam ya bebas kita boleh ke diskotek, boleh macam-macam (yang negatif), yang penting puasanya tidak makan minum, jadi tidak batal. Inilah makna yang keliru dari ibadah puasa,” lanjut nya.

Selain itu, Muhadjir juga menjelaskan keringanan puasa. Barang siapa yang bepergian ataupun sakit maka orang itu dapat membatalkan puasa dan mengganti dengan hari yang lain.

“Kalau dia bepergian dan dia sakit tapi nekat berpuasa, hukumnya adalah haram. Saat pandemi seperti sekarang yang dapat mengancam kehidupan berbangsa, kita dapat meninggalkan (puasa), berupaya mencegah, membendung ancaman bahaya yang sedang melanda bangsa Indonesia,” tegas di depan jamaah di masjid terbesar Asia Tenggara itu.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan menurut kaidah fikih Islam, mencegah terjadinya kerusakan dan kehancuran lebih diutamakan daripada mencari manfaat atau mencari faedah yang belum tentu bisa didapat.

“Itulah kenapa misalnya mudik ditiadakan, salat tarawih dibatasi,” kata Menko PMK.

(*/IM)

Facebook Comments

Pos terkait