Anggota DPRD Jabar Sebut PPKM Berdampak Bagi Pekerja Sektor Informal

  • Whatsapp
Anggota DPRD Jabar Tobias Ginanjar Sayidina

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Anggota DPRD Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Jawa Barat, Tobias Ginanjar Sayidina, sebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dinilai berdampak besar pada sektor perekonomian masyarakat, karena banyak sektor-sektor ekonomi yang tidak bisa bergerak normal untuk sementara waktu.

Menurunnya aktivitas ekonomi berimbas pada para pekerja di sektor informal, seperti para pedagang kaki lima dan petani. Mereka otomatis mengalami penurunan pendapatan.

Bacaan Lainnya

“Banyak para pekerja di sektor informal yang ketika mereka berjualan dengan berkeliling pendapatannya menurun seiring turunnya aktifitas masyarakat yang terjadi,” ungkap Tobias saat dihubungi, Senin (19/7/2021).

Menurut Tobias, hal ini harus menjadi perhatian bersama para stakeholder terkait karena jumlah pekerja sektor informal di Jawa Barat cukup besar.

“Ini yang menjadi perhatian yang harus kita pikirkan bersama kedepan. Karena memang sektor informal ini sangat banyak, sehingga kita tidak bisa meminta mereka untuk terus berdiam diri di rumah tanpa memberikan solusi terkait penghasilan mereka,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai efektivitas pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Barat, dirinya menilai PPKM Darurat cukup mampu menekan mobilitas masyarakat meskipun belum maksimal.

Berdasarkan hasil pemantauannya, masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah, namun hal tersebut memang tidak bisa dihindari. Contohnya, mayoritas pekerja di Kabupaten Bandung Barat bekerja di sektor informal yang di dalamnya ada pedagang kecil, yaitu pedagang kaki lima.

“Sehingga mau tidak mau mereka harus keluar rumah untuk menghidupi ekonomi mereka. Karena kalau mereka tidak keluar rumah tentunya mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan,” tuturnya.

(*/rls)

Facebook Comments

Pos terkait