Prodi PGSD UNJ Adakan Pengabdian Masyarakat Dengan Bekali Ratusan Guru SD Bogor

  • Whatsapp
Universitas Negeri Jakarta - Int

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Pendidikan di abad ke -21 memberikan tantangan yang besar kepada peserta didik, guru maupun penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan baik.

Akibat pandemi Covid-19 yang tejadi sejak Maret 2020 lalu, seluruh proses pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran ini dilakukan secara daring dari rumah masing-masing peserta didik.

Dengan berubahnya pola kegiatan pembelajaran dari tatap muka di sekolah berubah menjadi pembelajaran jarak jauh menuntut pendidik untuk ikut bertransformasi menggali kreativitasnya dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang tersedia, seperti: Google Class Room, Zoom, Google Meet, dan lain-lainnya agar pembelajaran bisa tetap berlangsung. Tentunya hal ini memberikan nuansa yang berbeda, baik bagi peserta didik maupun pendidik itu sendiri.

Pembelajaran jarak jauh ini memberikan tantangan tersendiri bagi pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran. Aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh pendidik seyogianya mampu mengembangkan kecakapan berpikir tingkat tinggi siswa.  Keterampilan ini merupakan keterampilan fundamental pada pembelajaran abad ke-21.

Siswa yang memiliki keterampilan higher order thingking skill, ia akan mampu menganalisis, mengevaluasi suatu informasi atau kasus dan ia mampu menciptakan atau memecahkan suatu permasalahan dengan solusinya yang kreatif .

Oleh karena itu, sebagai Lembaga pendidikan yang mencetak generasi pendidik masa depan, Program Studi PGSD FIP UNJ ingin berkontribusi melalui kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi dari permasalahan pendidikan yang dialami di lapangan saat ini.  Kegiatan ini merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran. Penelitian dan Pengembangan. Pengabdian kepada Masyarakat.

Maka dari itu Program Studi PGSD FIP UNJ selalu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini secara rutin dan terencana. Walaupun demikian, kegiatan yang biasa kami lakukan secara langsung ke tempat sasaran, namun karena situasi pandemic Covid 19 kegiatan ini dilakukan berbeda dari biasanya yakni dilakukan secara daring. Akan tetapi, hal ini tidak mengurangi suatu apapun dan tetap memberikan banyak manfaat untuk kita semua.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama tiga hari yakni pada tanggal 24 sampai dengan 26 Agustus 2021 menggunakan aplikasi zoom meeting. Sasaran pesertanya antara lain seluruh guru sekolah dasar di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd dan dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang diwakilkan oleh  Ibu Ii Nuraeni M.Pd serta diikuti oleh  150 guru yang tersebar di Wilayah Kecamatan Klapanunggal dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Nuraeni M.Pd menjelaskan bahwa Kecamatan Klapanunggal memiliki 3 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang dinaungi oleh Dinas Kabupaten Bogor dan dikelola oleh para Penilik. Di dalam PKBM ini telah memiliki pembelajaran aktif yaitu kelompok belajar kesetaraan yaitu kesetaraan Paket A, kesetaraan Paket B, dan kesetaraan Paket C. Jadi kebutuhan masyarakat akan pendidikan di wilayah Kecamatan Klapanunggal telah terfasilitasi dengan baik.

Tidak lupa pula, beliau mengajak para guru untuk meningkatkan kompetensi di masa pandemic ini. Kita perlu beradaptasi dan berinovasi untuk tetap memberikan pelayanan Pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik. Pandemic bukanlah halangan untuk kita dalam membelajarkan peserta didik secara prima. Marilah kita tunjukkan inovasi dan kreativitas kita dalam mengajar mereka sehingga pembelajaran tetap berjalan dengan menyenangkan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Fahrurrozi, M. Pd yang menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di abad 21. Guru abad 21 adalah guru yang mampu menfasilitasi kegiatan belajar siswa agar mereka dapat mengeksplorasi, menganalisis, mencari, menemukan dan dapat memecahkan masalahnya secara mandiri.

Pada paradigma ini,  mempunyai pemahaman bahwa peserta didik bukanlah kertas putih yang kosong melainkan mereka harus dilatih untuk senantiasa berinteraksi dengan data dan informasi. Adapun profil guru di abad 21 ini adalah menjadi guru yang memesona yakni guru yang selalu menginspirasi, memiliki kepribadian dan social yang baik serta mampu mendidik siswanya dengan hati dan penuh tanggung jawab.

Beliau juga menyatakan bahwa terdapat 29 narasumber yang akan berbagi pengetahuan kepada peserta dalam kegiatan pengabdian ini. Pada pelaksanaan kegiatan ini, peserta diberikan paparan materi dan pendampingan terkait merancang perangkat pembelajaran abad 21 di masa COVID, pembuatan modul kreatif berbasis ICT, menerapkan pembelajaran inovatif dan menyenangkan, penanaman literasi dasar bagi siswa SD, sampai pada pendalaman kompetensi abad 21 bagi guru Sekolah Dasar.

Pada pelaksanaan kegiatan ini, para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dari hari pertama sampai hari ketiga. Terbukti dari kedisiplinan dan keaktifan mereka dalam bertanya dan berpartisipasi pada setiap materi pelatihan yang mereka dapatkan. Dengan adanya kegiatan ini, para guru menyadari pentingnya berinovasi dalam pengembangan pembelajaran bagi siswa. Dalam kondisi apapun, kita harus tetap optimal memberikan pelayanan Pendidikan yang berkualitas kepada siswa sehingga dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.

Kontributor: Hermanto

Facebook Comments
  • Whatsapp