“Tak lama setelah kabar peristiwa bencana banjir terjadi, pak Ketum meminta untuk segera melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi para warga yang terdampak,” kata Anugerah Amir atau yang akrab disapa Anjas ini.
“Kami yang kini bermukim di Makassar, Jakarta, Papua, dan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia, yang lahir dan pernah bersekolah di Parepare, merasa terketuk hatinya untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di kampung halaman kita ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Lurah Wattang Bacukiki, Nur Muhliza mengungkapkan, akibat banjir ini, ada sekira 58 Kepala Keluarga (KK) atau 223 jiwa yang terdampak, dan tercatat ada 2 unit rumah yang hanyut teseret air.
“Kami sangat berterimakasih kepada IKM Pare yang turut membantu warga kami yang terdampak banjir, semoga bantuan ini bernilai ibadah serta memberi manfaat bagi warga kami yang terdampak banjir,” ucapnya.


