Kepala Humas Laznas BMH Pusat, Imam Nawawi menuturkan bahwa hijab adalah kewajiban dalam Islam bagi para Muslimah.
Oleh karena itu, peringatan ini bukan sebatas seremoni tetapi manivestasi dari spirit keyakinan yang mendasar.
“Kita tahu, dalam sejarah, hijab menjadi gerakan yang umat Islam perjuangkan, sejak abad ke-19 kala Indonesia masih dijajah Belanda. Dan, ormas-ormas Islam terus mengupayakan itu,” ungkapnya.
“Dalam konteks internasional Hari Solidaritas Hijab Internasional adalah dukungan kepada Muslimah global agar mendapatkan haknya menggunakan hijab. Jadi, kita semua penting menguatkan kesadaran dan gerakan ini,” tuturnya.
Beruntung semangat akan hal itu terus terjaga dan meningkat hingga saat ini.
“Terbukti, masyarakat, terutama para donatur Laznas BMH tidak mau kehilangan momentum ini. Bukan saja pada hari hijab dunia sebenarnya, tetapi sepanjang hayat. Sebuah anugerah besar dari Allah bagi kita semua,” tutupnya.
(***)




