HUT RI Ke-80, Prof Japar: Momentum Kolaborasi Bangun Bangsa

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Japar
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Japar

Berkolaborasi Membangun Bangsa, oleh Muhammad Japar, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta

TAHUN ini, Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 kemerdekaannya. Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat.

Bangsa ini lahir dari perjuangan bersama, tumbuh dalam dinamika perubahan zaman, dan kini berdiri sebagai negara yang semakin percaya diri di tengah percaturan global.

Namun, di balik semua capaian itu, kita sadar bahwa membangun negeri bukanlah pekerjaan satu generasi atau satu kelompok saja, ia adalah tugas lintas waktu, lintas sektor, dan lintas perbedaan.

Bacaan Lainnya

Tema tulisan ringan kali ini, Berkolaborasi Membangun Bangsa, merefleksikan semangat yang selaras dengan tema HUT RI Ke-80 Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, melainkan merangkai perbedaan menjadi kekuatan.

Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, kita belajar bahwa para pendiri bangsa berasal dari latar belakang ideologi, suku, agama, dan pendidikan yang berbeda.

Namun mampu duduk satu meja demi cita-cita luhur yang sama: Indonesia merdeka. Bung Karno pernah berkata,

“Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama.”

Di era sekarang, nilai itu perlu dihidupkan kembali, bukan hanya di tingkat elite, tetapi juga di ruang-ruang sederhana: antara guru dan murid, petani dan peneliti, pemerintah dan masyarakat, bahkan antara generasi muda dan para tetuah.

Sebagai akademisi, saya melihat bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk mempercepat pembangunan nasional.

Kementerian PPN/Bappenas, misalnya, telah secara aktif mendorong penguatan perguruan tinggi agar mampu memetakan potensi regional dan berkontribusi secara nyata terhadap pertumbuhan ekonomi melalui melalui riset dan inovasi teknologi (Antara, 2024).

Kolaborasi semacam ini memungkinkan perguruan tinggi memberi masukan kebijakan berbasis data, industri menyediakan arah kebutuhan nyata riset, dan pemerintah membantu menyinergikan upaya tersebut.

Dengan demikian, terbentuk ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tantangan kita tentu tidak kecil. Disrupsi teknologi, krisis iklim, kesenjangan ekonomi, dan polarisasi sosial adalah realitas yang tidak bisa dihindari. Tetapi, justru di sinilah kolaborasi menjadi jalan alternatif yang berkeadaban.

Saat petani bekerja sama dengan insinyur untuk meningkatkan hasil panen berkelanjutan, saat aktivis lingkungan menggandeng pelaku bisnis untuk mengurangi limbah.

Bahkan saat mahasiswa lintas kampus bersinergi menciptakan inovasi sosial, kita sedang menulis bab baru sejarah kemerdekaan, bukan dengan senjata, melainkan dengan gagasan dan aksi nyata.

Kolaborasi juga tidak harus selalu berbentuk proyek besar dengan biaya besar. Keterlibatan masyarakat menjadi penentu keberhasilan pembangunan karena memperkuat kualitas dan kesinambungan hasilnya.

Kajian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan mampu meningkatkan relevansi dan penerimaan terhadap solusi pembangunan (Jurnal Administrasi Publik, 2024).

Sejatinya, kekuatan bangsa ini sejak dahulu adalah gotong royong, dan di abad ke-21 semangat itu menemukan bentuk baru melalui berbagi pengetahuan, penciptaan bersama, serta jejaring komunitas yang saling menguatkan.

HUT RI ke-80 adalah momentum untuk merenungkan kembali peran kita dalam membangun negeri.

Tidak perlu menjadi pahlawan nasional untuk memberi arti. Setiap ide, kerja, dan kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, merupakan bagian dari mozaik besar Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Dengan persatuan kita menjaga kedaulatan. Dengan kolaborasi kita menghadirkan kesejahteraan. Dan dengan semangat itu semua, Indonesia akan terus melangkah maju.

Merdeka!

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *