Dari Dapur ke Produk Kreatif: Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Produk Bernilai Tambah

Minyak Jelantah jadi sabun dan lilin aromaterapi
Minyak Jelantah

Dari Dapur ke Produk Kreatif: Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Produk Bernilai Tambah. Penulis: Dwi Kemala Putri, Dosen Politeknik ATI Padang

SIAPA yang bisa menolak kelezatan gorengan seperti bakwan, goreng pisang atau keripik-keripik yang memang mengeluarkan cita rasa yang sangat menggiurkan apalagi baru diangkat dari wajan setelah digoreng.

Bagi masyarakat kita, gorengan ataupun keripik bukan hanya sekedar makanan, tetapi merupakan makanan ringan pengisi waktu kosong atau pemadam kelaparan pada sore hari setelah melakukan aktivitas.

Namun, dibalik kelezatan gorengan tersebut terdapat satu hal yang sering memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan yaitu minyak jelantah.

Bacaan Lainnya

Minyak jelantah merupakan limbah hasil dari penggorengan yang biasa ditemukan di aktivitas dapur rumah tangga atau bahkan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

Bagi sebagian besar kita banyak yang memperlakukan minyak goreng bekas sebagai akhir dari sebuah cerita.

Minyak goreng yang telah berkali-kali digunakan bahkan ketika warnanya sudah berubah menjadi hitam pekat dan aromanya berubah menjadi tengik, akan dibuang dan dilupakan begitu saja.

Seperti kita ketahui, minyak jelantah tersebut pada umumnya langsung dibuang ke westafel dapur yang akan memberikan dampak buruk pada saluran pembuangan.

Hal ini sejalan dengan hasil studi dari Traction Energy Asia, sekitar 80.52% masyarakat Indonesia masih membuang minyak jelantah langsung ke saluran air atau tanah.

Limbah minyak jelantah yang dibuang ke lingkungan ini tentu akan memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Apabila minyak jelantah tersebut langsung dibuang melalui westafel dapur akan menyebabkan penyempitan pada saluran pembuangan karena dipenuhi oleh sisa minyak yang telah mengeras karena dingin.

Sementara minyak yang terus mengalir ke aliran pembuangan tidak menutup kemungkinan akan bermuara ke Sungai.

Hal ini akan menyebabkan pencemaran Sungai karena minyak tersebut dapat membentuk lapisan tipis (film) pada permukaan Sungai sehingga akan menghalangi sinar matahari dan pasokan oksigen yang akan dimanfaatkan oleh ekosistem di bawah Sungai untuk hidup.

Membuang minyak jelantah ke tanah juga bukan langkah tepat karena minyak yang dibuang ke tanah akan menganggu kesuburan tanah karena kandungan Asam Lemak Bebas yang tinggi dapat merusak struktur kimia tanah.

Melihat potensi-potensi kerusakan akibat perlakuan yang salah pada minyak jelantah tersebut, sains selalu memiliki cara yang inovatif untuk bisa mengolah minyak jelantah tersebut menjadi produk yang bisa menghasilkan hal bermanfaat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah minyak jelantah tersebut menjadi sabun dan lilin aromaterapi. Sabun merupakan produk kebersihan yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Sabun terbuat dari campuran lemak atau minyak nabati dengan suatu alkali melalui reaksi kimia yang biasa disebut dengan reaksi saponifikasi.

Berdasarkan reaksi tersebut, lemak atau minyak nabati bisa didapatkan dengan memanfaatkan minyak jelantah.

Minyak jelantah tersebut tentu tidak langsung digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun namun perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang terkandung pada minyak jelantah.

Serta mengurangi bau tengik hasil pemanasan pada suhu tinggi secara berulang, dan mengurangi warna gelap yang dihasilkan.

Pengolahan minyak jelantah tersebut bisa dilakukan dengan metode adsorbsi (penyerapan) oleh suatu media penyerap (adsorben). Adsorben yang digunakan bisa berupa karbon aktif yang didapatkan dari pembakaran tempurung kelapa.

Disamping itu adsorben juga bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di alam seperti ampas tebu, ampas kopi, dan bahan-bahan alami lainnya yang memiliki pori-pori sehingga bisa menyerap pengotor-pengotor yang ada pada minyak jelantah.

Mengolah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

Setelah minyak jelantah diolah dengan menghasilan minyak yang lebih murni dengan arti kata bau tengik sudah berkurang, warna lebih cerah, dan kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) yang lebih berkurang, maka minyak tersebut bisa langsung dimanfaatkan untuk pembuatan sabun ataupun lilin arometarapi.

Dalam pembuatan sabun selain hasil olahan minyak jelantah sebagai bahan utama diperlukan bebrapa bahan pendukung yaitu larutan NaOH sebagai alkali pembentuk reaksi saponifikasi, dan parfum sebagai pewangi untuk sabun.

Proses pembuatannya pun terbilang sederhana dengan mencampurkan minyak jelantah dan larutan NaOH, lalu diaduk menggunakan mixer sampai campuran tersebut mengental.

Setelah campuran mengental, tambahkan parfum lalu diaduk kembali sampai semua tercampur sempurna. Campuran tersebut dicetak dan ditunggu sampai padat atau kurang lebih selama 24 jam.

Selain sabun, hasil olahan minyak jelantah juga bisa dibuat lilin aromaterapi.

Berbeda dengan pembuatan sabun, lilin aromaterapi membutuhkan bahan tambahan lain yaitu parafin, stearin dan pewangi sesuai selera.

Prosesnya pun sama dengan mencampurkan ketiga bahan tadi dengan perbandingan minyak : parafin : stearin (1 : 1 : 0.5).

Setelah semua bahan tercampur, parfum bisa ditambahkan sebagai penambah aroma dan diaduk sampai semua tercampur sempurna. Larutan tersebut sudah bisa dicetak ke dalam wadah, tambahkan sumbu, dan tunggu sampai lilin mengeras.

Dua produk diatas merupakan produk yang bisa dibuat dalam memanfaatkan minyak jelantah.

Bahan-bahan yang diperlukan pun tidak sulit untuk ditemukan.

Pembuatan sabun dan lilin tersebut tidak hanya sebagai wadah dalam mengolah kembali sebuah limbah rumah tangga namun juga bisa dimanfaatkan dalam peningkatan kreativitas masyarakat terutama remaja yang memiliki ide-ide inovasi.

Produk yang dihasilkan juga bisa bernilai ekonomi tinggi sehingga minyak jelantah yang tadinya hanya sebuah limbah yang seringnya dibuang ke lingkungan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang positif.

Mari kita cintai lingkungan tempat tinggal kita dengan melalukan upcycling limbah hasil rumah tangga.

(***)

 

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *