Pemerintahan

Gerindra Yakin Riza Patria Lebih Diterima Di Fraksi DPRD DKI JAKARTA

Jakarta- Partai Gerindra mengklaim banyak fraksi di DPRD DKI Jakarta lebih condong memilih Ahmad Riza Patria ketimbang Nurmansyah Lubis untuk duduk menempati jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Lihat dari sementara ini keduanya bagus-bagus tapi ada kecenderungan mereka lebih cocok dengan Riza. Nanti dipastikan dalam paripurna,” kata anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Syarif saat dihubungi, Jumat (24/1/2020)

Syarif mengungkap kecenderungan itu dilatar belakangi banyaknya kerabat Riza patria yang duduk di kursi DPRD DKI.

Meskipun begitu Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini mengakui dua nama calon wakil gubernur yang diusulkan punya keahlian di bidangnya masing-masing

Nurmansyah Lubis ahli di bidang keuangan, Riza Patria yang notabene Ketua DPP Gerindra dianggap lebih menguasai masalah Jakarta dan telah malang melintang di organisasi.

“Saya sih mengatakan jujur karena Riza kan temannya banyak di DPRD, itu menurut saya,” ungkap Syarif.

“Kemampuan sih sama bagus. Yang satu ahli keuangan yang satu menguasai masalah Jakarta, dan Pak Riza pengalaman di organisasi banyak sekali,” imbuh dia.

Adapun kata Syarif, terdapat dua model pemungutan suara yang nantinya bisa dipakai dalam rapat paripurna pemilihan wagub DKI di DPRD

Menurut dia, antara dua opsi tersebut akan menentukan dukungan cawagub Gerindra.

“Ada dua model apakah ada voting terbuka atau voting tertutup. Ini akan menjadi kepastian berapa dukungan di atas kertas,” kata Syarif

Kandidat Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria tidak melakukan upaya-upaya khusus untuk mencari dukungan 106 anggota DPRD DKI Jakarta.

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini menyerahkan sepenuhnya kepada anggota DPRD mau memilih dirinya atau wakil dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurmansyah Lubis untuk menjadi pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya tidak melakukan strategi dan upaya-upaya khusus. Sepenuhnya saya menyerahkan sesuai dengan ketentuan peratuan perundang undangan yang memilih adalah anggota DPRD DKI,” ujar Ketua DPP Gerindra ini di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/1/2020)

Artinya, kata dia, dirinya mengambil posisi pasif atau tidak melakukan silaturahmi dan lobi-lobi ke anggota DPRD DKI Jakarta.

“Saya pasif saja. Tidak melakukan lobi-lobi. Saya berlatar belakang sebagai aktivis organisatoris. Saya memang berpolitik ikut di partai Gerindra sejak partai berdiri hingga hari ini. Dipercaya oleh pimpinan partai pak Prabowo Subianto menjadi Wakil Ketua komisi II, komisi V, ketua fraksi MPR. Semua saya lalui sesuai dengan ketentuan,” ucapnya

Menurut dia juga, melalui media seperti sekarang dilakukannya adalah bentuk silaturahmi untuk lebih mengenal.

“Sekarang zamannya sudah zaman digital zaman, medsos, perkenalan dan silaturahmi bisa kita lakukan dengan berbagai cara,” jelasnya

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan nama Nurmansyah Lubis sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan mendampingi Gubernur Anies Baswedan.

Ditemui di sela-sela acara PKS, Nurmansyah Lubis mengaku siap mengemban tugas sebagai calon Wakil Gubernur DKI JakartaIa akan menjalankan perintah pertai termasuk maju sebagai Wakil GubernurIa akan menjalankan perintah pertai termasuk maju sebagai Wakil Gubernur.

“Banyak yang lebih baik dari saya, tapi kalau ditugasin partai saya siap,” kata Nurmansyah Lubis di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Ia akan melakukan pendekatan khusus dengan orang-orang di lingkaran Gubernur dan DPRD DKI Jakarta.

“Sekarang tinggal orang pengin yang di dalam kalau srek dengan Nurmansyah InsyaAllah ya doain saja, secara resmi nanti kan PKS melaunching,” ucapnya.

Nurmansyah juga optimis, pengalamannya di sejumlah bidang.

Nurmansyah pernah bergelut selama 12 tahun menjadi auditor, kemudian 7 tahun jadi profesional direksi insurence di Malaysia, serta 10 tahun menjadi anggota DPRD hingga mampu membawa perubahan di DKI Jakarta.

“Jadi mudah mudahan bukan kita apa namanya, ya kita bawa santai saja sesuai dengan jubir kita istilahnya kita bawa santai, DKI yang penting warga bahagia,” katanya

Meski demikian, Nurmansyah pun enggan membocorkan kapan PKS secara resmi melaunching dirinta sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan.

“Nanti tanya ama jubir kiri-kanan (launching,red),” jelasnya

PKS dan Gerindra sepakat mengubah nama cawagub DKI pengganti Sandiaga Uno.

Jika mulanya Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, kini Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria dan politikus PKS Nurmansyah Lubis jadi usungan terbaru.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik meyakini proses pemilihan cawagub akan rampung paling tidak awal Februari 2020.

“Jadi insya Allah kalau enggak ada halangan, mungkin paling lambat awal bulan (Februari) selesai,” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020)

Adapun surat keputusan (SK) penetapan dua nama cawagub DKI dengan nomor 18/B/GERINDRA-PKS/I/2020 tertanggal 2 Januari 2020, sudah diteken petinggi kedua parpol di atas materai Rp6.000.

Diantaranya, Ketua DPD Gerindra DKI M. Taufik, Ketua DPW PKS Shakir Purnomo, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Nantinya, SK ini akan diserahkan ke DPRD DKI lewat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kita akan sampaikan ke Pak Gubernur suratnya nanti Pak Gubernur biasanya paling telat besok pagi itu kirimkan surat ini ke DPRD,” ucap Taufik.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gerindra Klaim Fraksi di DPRD DKI Jakarta Cenderung Lebih Memilih Riza Patria Jadi Wakil Gubernur, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/01/24/gerindra-klaim-fraksi-di-dprd-dki-jakarta-cenderung-lebih-memilih-riza-patria-jadi-wakil-gubernur?page=4.
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi

 

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close
%d blogger menyukai ini: