VIDEO: Profil Prof Arismunandar Guru Besar UNM yang Ditunjuk Jadi TGUPP Pemprov Sulsel

TGUPP Bidang Pendidikan Pemprov Sulsel, Prof Arismunandar - SUARAPANTAU.COM

SUARAPANTAU.COM – Prof Arismunandar lahir di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1962. Guru Besar Universitas Negeri Makassar yang pernah menjabat Rektor UNM 2 Periode 2008-2012 dan 2012-2016.

Juga menjabat sebagai Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD PNF) 2018-2022.

Selain aktif sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan, Ia juga dikenal memiliki rekam jejak aktivis mahasiswa saat muda.

Tak heran, Ia juga didaulat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan.

Arismunandar ditunjuk menjadi TGUPP Sulawesi Selatan bersama 45 orang lainnya melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 57/1/2022 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli TGUPP Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022.


Menjadi salah satu dari 22 Professor yang ditunjuk oleh Pj Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Sebanyak 46 TGUPP tersebar di beberapa perangkat daerah sesuai keahliannya. Prof Arismunandar sendiri membidangi pembangunan di Bidang Pendidikan.

Ia tak sendiri, salah satu Guru Besar UNM lainnya di tim tersebut adalah Prof Heri Tahir.

Prof Dr Arismunandar, M.Pd. juga pernah diberi kepercayaan menjadi panelis Debat Publik Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2020.


Debat Publik ini disiarkan secara langsung melalui Kompas TV dalam program nasional, Sabtu (7/11/2020).

Pernah menulis disertasi soal ‘Stres Guru di Sulsel’ di akhir tahun 1990-an. Penelitiannya tersebut, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap nasib guru.

Arismunandar muda, meniti karier dari bawah sebagai dosen IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM) sejak 1987.

Pada tahun 1989, melanjutkan pendidikan S2 Program Studi Manajemen Pendidikan di IKIP Malang (sekarang UM). Kemudian tahun 1992, melanjutkan studi doktor di Manajemen Pendidikan IKIP Malang.

Dari sinilah titik karier Arismunandar berawal. Pada tahun 1998, mulai diberikan kepercayaan sebagai Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM.


Tidak sampai dua tahun menjabat, kemudian dipromosikan sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian UNM hingga 2004.

Kemudian sejak 2004 sampai 2008 dipercaya sebagai Pembantu Rektor (Wakil Rektor) II bidang Administrasi dan Keuangan UNM.

Prestasi dan karir Prof Arismunandar terus menanjak hingga didaulat oleh Senat UNM menjadi Rektor UNM 2 periode 2008-2016.

Saat kepemimpinannya, banyak membawa kemajuan bagi kampus dan civitas akademika UNM sebagai salah satu kampus terkemuka di Indonesia bagian timur.

Salah satu prestasinya adalah menjadikan Kampus UNM sebagai Cyber University. Program tersebut, mengarusutamakan pelayanan kampus berbasis teknologi informasi.


Dalam salah satu kesempatan wawancara yang dikutip Suarapantau TV, Arismunandar berbagi bahwa kesuksesan harus dimulai dari penyiapan diri. Terutama dalam kompetensi keilmuan yang diperlukan dalam bekerja di masyarakat.

“Itulah gunanya kita perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang setinggi-tingginya. Tapi kompetensi keilmuan saja tidak cukup, harus disertai dengan komitmen dan tanggung jawab bekerja yang sangat tinggi,” ungkap Aris

“Dengan modal komitmen, kita bisa lebih disiplin dalam bekerja, kreatif, dan mampu menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan dengan sempurna,” tandasnya.

Penulis: Tim Litbang Suarapantau

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait