Alumni UNM Desak Rektor UNM Mundur Akibat Kasus Mesum

Alumni UNM Desak Rektor UNM Mundur Akibat Kasus Mesum
Alumni UNM Desak Rektor UNM Mundur Akibat Kasus Mesum

MAKASSAR – Desakan terhadap Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Karta Jayadi untuk mundur semakin mengemuka pasca memanasnya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu dosen.

Salah satu alumni UNM, Alwi menyampaikan kasus asusila Rektor UNM Karta Jayadi sangat memalukan dan mencoreng wajah almamater orange.

”Saya sebagai alumni sangat prihatin UNM di kenal sebagai penghasil tenaga pendidik yang profesional kini krisis moral,” tegas Alwi dikutip Suarapantau.com, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Alumni UNM Prihatin atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Rektor UNM Karta Jayadi

Bacaan Lainnya

“Apalagi di lakukan oleh seorang guru besar yg notabene nya sebagai rektor ini mencoreng citra baik dunia pendidikan khususnya universitas negeri Makassar,” urainya

Ia juga menegaskan jika Rektor UNM tetap pertahankan posisi jabatan yang sekarang dipegang dan tidak mau mundur dari jabatannya , maka akan menimbulkan integritas guru besar di pertanyakan.

”Dosa besar untuk perguruan tinggi khususnya universitas negeri Makassar jikalau rektor universitas Makassar masih ngotot mempertahankan pangkat dan jabatannya,” imbuh alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM ini.

Baca Juga: Kasus Mesum Rektor UNM Karta Jayadi Coreng Wajah Pendidikan Indonesia

“Martabat dan integritas para guru besar (akademisi) di pertanyakan (jika membela Rektor UNM),” tegasnya.

Alwi menambahkan, kasus dugaan pelecehan seksual merupakan aib besar yang merusak integritas dunia pendidikan.

Alwi juga meminta penegak hukum dapat objektif mengusut persoalan ini.

”Rektor seharusnya mundur karena terlibat dalam masalah hukum dan ini masalah hukum yg serius yg merusak nama baik almamater, kalau pemimpin yg bijak dan Arif bijaksana pasti mundur.” Ungkap.

Baca Juga: PB HMI Desak Rektor UNM Karta Jayadi Mundur Akibat Terjerat Kasus Mesum

Alwi juga meminta Kemendiktisaintek turun tangan terhadap persoalan ini.

”Kementerian pendidikan dan perguruan tinggi (Kemendiktisaintek) harus turun tangan menangani dugaan kasus pelecehan non verbal yang menjerat rektor Universitas Negeri Makassar,” tegasnya.

Alwi juga berharap kasus menjerat rektor ini harus dikawal dengan baik jangan sampai ada unsur pembiaran dari penguasa yang bisa lolos dari hukum.

”Kasus menimpa Rektor UNM yang sudah Proses hukum harus dikawal agar UNM menjadi perguruan tinggi yang bermartabat dan berintegritas. Menolak kebenaran adalah salah satu ciri kesombongan.Oleh sebab itu, buang jauh-jauh kecerdasanmu saat bertemu dengan Dalil!,” tegasnya.

“Jika masih ada tumbuh mental cendekia, politisi, aktivis dan jurnalis yang selalu menyampaikan hanya sisi kelebihan penguasa. Maka, kita harus waspada untuk menyelamatkan demokrasi dari kaum munafik yang semakin menggurita hendak merongrong demokrasi. Ketika kecerdasan tidak selaras dengan integritas.” Harap Alwi.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *