Kepala Daerah di Sulsel Migrasi ke Gerindra: Iwan Aras Mulai Panaskan Mesin Politik?

Bendera Gerindra
Bendera Gerindra

SUARAPANTAU.COM – Panggung politik Sulawesi Selatan (Sulsel) tampaknya mulai memasuki babak baru. Menjelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Gerindra Sulsel yang dijadwalkan berlangsung, di Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026.

Berbagai spekulasi mengenai arah konsolidasi politik semakin menguat.

Pasalnya, Rakorda yang menghadirkan jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra dipandang bukan sekadar agenda organisasi biasa.

Akan tetapi juga momentum strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan menghadapi Pemilu 2029.

Bacaan Lainnya

Dihadiri Sufmi Dasco Hingga Danang Wicaksana

Kehadiran Ketua Harian DPP Gerindra, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, bersama sejumlah tokoh nasional seperti Habiburokhman, Bambang Haryadi, Danang Wicaksana Sulistya, Wihadi Wiyanto, dan Meireza Endipat Wijaya menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian serius dari partai yang dipimpin H. Prabowo Subianto ini.

Di tingkat daerah, kepemimpinan Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, Iwan Aras, juga menjadi sorotan.

Rakorda Gerindra Sulsel kali ini dipandang sebagai ujian awal sekaligus panggung konsolidasi bagi Andi Iwan Darmawan Aras dalam membangun kekuatan politik Gerindra.

Diketahui, Sulsel adalah provinsi yang dikenal memiliki dinamika politik sangat kompetitif.

Kepala Daerah di Sulsel Berlabuh ke Gerindra

Yang paling menyita perhatian tentu adalah beredarnya kabar mengenai kemungkinan bergabungnya sejumlah kepala daerah ke Partai Gerindra.

Nama Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga yang selama ini dikenal sebagai kader NasDem, Bupati Sinjai Ratnawati Arif yang masih berstatus kader PPP.

Serta Bupati Wajo Andi Rosman disebut-sebut masuk dalam daftar kepala daerah yang akan merapat ke Gerindra.

Selain itu, isu perpindahan Bupati Gowa Husniah Talenrang ke partai berlambang kepala Garuda tersebut juga semakin santer diperbincangkan.

Hingga menjelang pelaksanaan Rakorda, informasi mengenai perpindahan para kepala daerah tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Partai Gerindra maupun oleh para kepala daerah yang bersangkutan.

Namun, apabila pengumuman itu benar terjadi, dampaknya diperkirakan akan cukup signifikan terhadap konfigurasi politik Sulawesi Selatan.

Perpindahan kepala daerah ke sebuah partai politik tidak hanya berbicara soal perubahan kartu keanggotaan.

Langkah tersebut sering kali menjadi indikator terbentuknya poros kekuatan baru menjelang kontestasi politik berikutnya.

Dengan bergabungnya kepala daerah yang memiliki basis elektoral kuat, Gerindra berpotensi memperluas jaringan politik hingga ke tingkat kabupaten dan kota, sekaligus memperkuat mesin partai untuk menghadapi Pemilu 2029.

Jika benar sejumlah kepala daerah bergabung, hal tersebut akan menjadi pencapaian politik yang memperkuat posisi Gerindra sebagai salah satu kekuatan dominan di provinsi ini.

Namun demikian, politik selalu menyisakan ruang kejutan. Publik tentu masih menunggu apakah seluruh spekulasi yang berkembang akan benar-benar terwujud dalam Rakorda Gerindra Sulsel.

Gerindra Panaskan Mesin Politik Partai

Sebelumnya, Ketua Bappilu Gerindra Sulsel, Harmansyah mengungkapkan Rakorda Gerindra Sulsel juga akan diisi agenda penyerahan surat keputusan (SK) kepada 7 ketua DPC Gerindra kabupaten/kota. Kendati begitu, dia belum merinci ketua DPC yang ditunjuk.

“Ada 7 daerah kita penyerahan SK ketua. Apakah ada kepala daerah atau apa, nanti kita lihat kejutannya seperti apa di acara,” katanya.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *