“Tentunya sebagai warisan dari para pendiri pesantren, kami dengan penuh senyum dan suka duka menjalankan pesantren ini. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak, baik perorangan maupun institusi yang telah mendukung perjuangan dari warisan ini,” terangnya.
Lebih jauh, Ia menyampaikan, sejak ditinggalkan ibunda Hj. Tutty Alawiyah AS yang telah menghadap Illahi Robbi pada hari Kamis, 4 Mei 2016, dan setahun kemudian Ka Reza juga menghadap ilahi, berbagai pembenahan terus dilakukan.
“Sesuai pesan-pesan ibunda Prof. Hj. Tutty Alawiyah, pembangunan dan merehab berbagai ruangan telah kami laksanakan, di bidang pendidikan saya mengangkat beberapa guru yang bertaraf internasional dan alhamdulillah beberapa siswa-siswi pesantren khusus yatim As-Syafi’iyah menoreskan prestasi,” ujar Pimpinan Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah itu.
Baca Juga: Prof Dailami Firdaus Mohon Doa Restu Maju Kembali DPD RI Periode 2024-2029
Prof. Dailami Firdaus memperkenalkan satu per satu adik-adiknya dan para alumni pesantren Yatama Assyafiiyah dihadapan para tamu yang hadir, juga memanggil para guru yang telah membantu pesantren Yatama ini.
Penampilan para santri Yatama memukau para hadirin, mulai dari tari saman, pidato , tausiah bahasa Arab, pembacaan doa bersama, dll.
Baca Juga: Cuitan Ruhut Sitompul Soal Wafatnya Ridwan Saidi, Prof Dailami Firdaus: Harus Minta Maaf
“Semoga santri santri yang belajar di sini kelak akan menjadi pemimpin Agama, bangsa dan negara yang jujur dan amanah,”tutupnya.
Acara tasyakuran dihadiri pengurus dan staf, para guru, dan siswa-siswi pesantren khusus yatim.
Juga hadir, pengurus dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat, pimpinan dan civitas akademika Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), tokoh masyarakat, serta terlihat juga Denny P Project Pelawak yang tergabung dalam PASKI.
(*)




