Penggunaan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan dengan Mengurangi Emisi Karbon

IESR Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia
IESR Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia (Ilustrasi)

Kendraan Listrik Ramah Lingkungan

Beralih menggunakan kendaraan listrik butuh kampanye yang lebih luas karena penggunaan kendaraan bermesin bahan bakar minyak (BBM) masih mendominasi.

Kendaraan listrik hadir dengan terobosan baru – menggunakan tenaga listrik.

Tanpa konsumsi BBM, kendaraan listrik dapat mengurangi emisi karbon terhadap lingkungan.

Baca Juga: Honda Resmi Gandeng LG Dirikan Pabrik Produsen Baterai Mobil Listrik di Amerika Serikat

Karenanya, kendaraan listrik menjadi kendaraan yang ramah lingkungan dan menjadi salah satu solusi mengatasi perubahan iklim.

Namun, apakah benar kendaraan listrik 100% bebas dari emisi?

Di luar emisi yang dihasilkan saat memfabrikasi kendaraan listrik, emisi tak langsung kendaraan ini diproduksi saat kita mengisi baterai kendaraan tersebut, yakni dari emisi pembangkit tenaga listrik.

Baca Juga: Perusahaan Mobil Tesla Catat Rekor Penjualan 1,3 Juta Unit Mobil Tahun 2022

Faktor emisi CO2 di sistem Jawa-Bali mencapai 0.817 ton CO2/MWh

Berdasarkan data dari RUPTL 2019-2028, faktor emisi pembangkit untuk Jawa-Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 2019 adalah sebesar 0,817 ton CO2/MWh.

Artinya, untuk tiap 1 mega-watt (MW) pembangkit yang beroperasi selama satu jam (1 hour) – berdasarkan komposisi pembangkit saat ini di Jawa dan Bali – emisi CO2 yang dihasilkan adalah sebesar 0,817 ton.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar