Terutama setelah ibu kota negara dipindahkan ke IKN Nusantara. Heru Budi, kata Gusti, berhasil menjaga dinamika yang terjadi di Jakarta.
Inklusivitas bagi Semua
Gusti menegaskan, dibukanya kembali pos pengaduan publik secara langsung dan offline di balai kota dan beberapa titik adalah bukti bahwa Heru Budi ingin membuka inklusivitas bagi semua.
Heru Budi sadar betul mengelola beberapa cara penyampaian keluhan, kritik dan saran dari masyarakat luas.
“Menarik bahwa Heru Budi kembali membuka pengaduan publik dan di saat bersamaan beliau juga membuka pemikiran tentang ruang terbuka hijau di Jakarta yang dijadikan sebagai wahana deliberasi,” ungkap Gusti.
Selain membuka wahana deliberasi dalam pengembangan ruang terbuka hijau dan pengelolaan tata ruang di Jakarta, Heru Budi juga dikenal sebagai tokoh yang mampu merangkul semua elemen masyarakat.
Menurut Gusti, Heru Budi bisa duduk bersama dengan semua kalangan, mulai dari para pemuka semua agama, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat yang sangat beragam lainnya.
Kemampuan ini, lanjutnya, perlu selalu dipupuk mengingat kompleksnya kehidupan di Jakarta.




