Untuk itu, Heru Budi menilai sepinya Pasar Tanah Abang bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Heru Budi meyakini aktivitas perdagangan akan kembali normal.
Apalagi, fenomena tersebut tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di banyak lokasi dan negara lain yang tengah mengalami peralihan dari aktivitas perdagangan secara langsung ke online.
“Itu mungkin adalah bagian dari perubahan konsumen untuk membeli sesuatu kan di sini sudah ada online dan lain-lain,” katanya.
“Jadi tentunya Kita semua harus mencermati juga di luar negeri juga ada perubahan-perubahan warga konsumen yang dengan konsep online,” katanya.
Sejak populernya jual beli secara online melalui kanal media sosial, banyak pembeli yang mengubah pola dari yang sebelumnya membeli barang secara langsung kepada pedagang, kini membeli secara online.
Apalagi, banyak diskon dan harga yang lebih murah yang ditawarkan di online. Hal itu berimbas pada penurunan omzet para pedagang dan sepinya Pasar Tanah Abang.
(*)




