Tantangan di Era Digital Dalam Berpikir Kritis Ditengah Arus Informasi

Artikel dalam rangka memenuhi tugas kuliah Logic and Critical Thinking dibawah bimbingan Dosen, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.

Tantangan di Era Digital Dalam Berpikir Kritis Ditengah Arus Informasi. Penulis: M. Rindang Kautsar – Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus Surabaya (UNTAG Surabaya)

KEMAMPUAN berpikir kritis analisa informasi sangat diperlukan di era masifnya informasi digital. Teknik analisa informasi yang populer digunakan dengan 5W 1H.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa perkembangan teknologi digital sangat berdampak terhadap masifnya gelombang informasi dalam kehidupan sosial.

Bacaan Lainnya

Teknologi digital saat ini, telah membawa berbagai perubahan besar.

Mulai dari cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.

Di berbagai platform digital memiliki cara yang mudah untuk mengakses informasi.

Tetapi secepat-cepatnya informasi didapat informasi tersebut tidak selalu diiringi akan kemampuan untuk dapat memahami, memilah serta menilai kebenarannya.

Keadaan ini memiliki tantangan yang baru terutama betapa pentingnya berpikir kritis dan logis pada era digital.

Baca Juga: Dampak Cyberbullying di Sosial Media Ancam Kesehatan Mental Remaja 

Pentingnya Berpikir Kritis Menggunakan 5W 1H

Dalam memperoleh informasi harus dianalisa, cara paling sederhana dengan menggunakan pendekatan 5W 1H.

Simak apa saja unsur 5W 1H untuk analisa informasi sebagai berikut:

  • What (Apa)
  • Who (Siapa)
  • Where (Dimana)
  • When (Kapan)
  • Why (Mengapa)
  • How (Bagaimana)

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai 5W 1H dalam berpikir kritis untuk menganalisa informasi akan diuraikan melalui penjelasan dibawah ini.

What (Apa)

Berpikir logis ialah kemampuan untuk menalar dengan cara runtut dan masuk akal berdasar faktanya.

Sedangkan berpikir kritis adalah kemampuan untu menganalisis dan mengevalusasi informasi sebelum kita menerimanya sebagai kebenaran.

Berpikir logis dan kritis menjadi dua kemampuan yang sangat penting ketika melimpahnya informasi digital.

Baca Juga: Navigasi Nalar di Tengah Badai Informasi: Mengapa Berpikir Kritis di Media Sosial Itu Wajib?

Dikalangan mahasiswa mereka lemah akan berpikir logis dan kritis ini dapat dilihat dari pengguna gadget yang berlebihan.

Sehingga perhatian mereka yang seharusnya fokus pada pembelajaran teralihkan ke media sosial.

Hal Ini mengakibatkan konsentrasi serta kualitas akademik menurun yang memicu stress akibat tugas yang telah tertunda.

Karena itu berpikir logis dan kritis diperlukan agar mahasiswa mampu memilih informasi dan menggunakan teknologi secara bijak.

Who (Siapa)

Saat ini teknologi digital telah banyak digunakan oleh generasi muda seperti mahasiswa, mereka inilah yang menjadi pihak yang memiliki dampak.

Sebagai kelompok yang aktif menggunakan media sosial dan juga internet.

Mereka sangat rentan menerima informasi tanpa mengolah atau memprosesnya dengan matang.

Menggunakan gadget yang berlebihan dapat berpotensi mengalihkan fokus mahasiswa dari berbagai akademik.

Ancaman Nyata di Balik Layar Biru Ponsel Terhadap Gen Z

Karena itu para dosen serta keluarga menjadi bagian yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan.

Agar memiliki lingkungan yang mendukung sehingga mampu menggunakan teknologi dengan bijak dan memiliki pertanggung jawaban.

Where (Dimana)

Media sosial, platform video dan mesin pencari memiliki tantangan seperti berpikir logis.

Serta kritis yang telah muncul diruang digital berbasis kecerdasan buatan untuk memberikan informasi secara cepat dan pasif.

Kondisi ini sering kali muncul pada lingkungan belajar yaitu kampus, perpustakaan hingga ruang publik lainnya.

Sehingga perhatian mahasiswa terhadap materi kuliah berkurang.

Interaksi sosial antar mahasiswa memungkinkan terganggu dan lingkungan belajar yang seharusnya produktif tetapi menjadi tidak optimal.

When (Kapan)

Permasalahan ini seringkali muncul ketika individu menerima informasi secara berlebihan.

Scrolling tanpa adanya tujuan atau hanya merasa seperti terdorong agar selalu mengikuti tren atau sesuatu yang sedang viral.

Keadaan ini semakin terasa nyata ketika masa masa penting seperti menjelang ujian atau batas pengumpulan tugas.

Ketika mahasiswa hanya menghabiskan waktunya untuk bermain game atau menggunakan media sosial dari pada memilih untuk belajar.

Hal ini dapat mengakibatkan efektivitas belajar mulai menurun, kegagalan akademik mulai meningkat serta motivasi mengikuti kegiatan akademis dan sosial cenderung akan berkurang atau melemah.

Why (Kenapa)

Ketika masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk berfikir logis dan kritis mereka akan mudah terjerumus oleh hoaks serta bias algoritma.

Ketika masyarakat menerima informasi yang salah ini dapat mempengaruhi cara berpikir.

Bagaimana sikap mereka dan ketika mengambil sebuah keputusan baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Dampak dari kondisi tersebut yaitu tidak hanya bersifat kognitif saja tetapi dapat memengaruhi kesehatan mental mereka dan sosial.

Seperti meningkatnya rasa kecemasan, kebingungannya informasi serta tekanan psikologis.

Oleh karena itu sadar akan pentingnya untuk berpikir logis dan kritis sangat diperlukan agar kita mampu menjaga keseimbangan dalam menerima informasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi secara berlebihan.

How (Bagaimana)

Berpikir logis dan kritis dapat dilatih dengan cara membiasakan diri seperti mengelola sumber informasi.

Membandingkan berbagai sudut pandang serta tidak terlalu tergesa-gesa ketika menyebarkan informasi.

Selain itu menerima informasi melalui digital secara sadar tetap diperlukan agar masyarakat tidak tenggelam kedalam informasi yang berlebihan.

Kesimpulan

Pada era ini kita memiliki kemudahan untuk mengakses informasi tetapi serta menghadirkan sebuah tantangan yang cukup serius terhadap kualitas cara berpikir masyarakat.

Sehingga kemampuan berpikir logis dan kritis menjadi sebuah keterampilan yang tidak dapat kita abaikan.

Dengan kita menalar secara logis dan kritis terhadap sebuah informasi, individu memanfaatkan teknologi secara bijak dan terhindar dari dampak negatif era digital.

Tanpa kemampuan untuk berpikir logis dan kritis, generasi muda seperti mahasiswa sangat rentan termakan berita hoaks.

Serta informasi berlebihan yang mampu membuat konsentrasi mereka terganggu.

Dengan para mahasiswa menerapkan pendekatan ini mereka mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak.

Dengan menghindari dampak negatif dari pengguna media sosial seperti stress dan gangguan kecemasan.

(***)

Profil Penulis: M. Rindang Kautsar – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus Surabaya (UNTAG Surabaya). Artikel dalam rangka untuk memenuhi tugas kuliah Logic and Critical Thinking dibawah bimbingan Dosen, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A

 

Baca Juga: Navigasi Nalar di Tengah Badai Informasi: Mengapa Berpikir Kritis di Media Sosial Itu Wajib?

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *