SUARAPANTAU.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (BEM UNISMUH) membantah spekulasi isu bahwa pihaknya menolak Reformasi Jilid II.
Hal tersebut, ditegaskan oleh Presiden BEM Unismuh, Andi Rama Ramadhan, kepada Suara Pantau, Sabtu (20/6/2026).
Sebelumnya, BEM Unismuh bersama BEM se-Kota Makassar menggelar diskusi di salah satu cafe, Selasa, 16 Juni 2026. Dalam diskusi tersebut, fokus membahas agenda kebangsaan dan independensi gerakan mahasiswa.
“Kami bermaksud meluruskan substansi (pemberitaan) diskusi agar tidak terjadi disinformasi di tengah masyarakat,” terangnya.
Andi Rama Ramadhan menambahkan, dalam forum tersebut, sama sekali tidak ada pembahasan, kesepakatan, maupun Penolakan agenda mengenai gerakan “Reformasi Jilid II”.
“Kami menekankan pentingnya bagi gerakan mahasiswa untuk menjaga independensi dan tidak mudah terbawa arus isu-isu yang berpotensi ditunggangi oleh kepentingan politik praktis atau elit oligarki,” tambahnya.
Berikut adalah poin-poin klarifikasi BEM Unismuh Makassar
Fokus Substansi: Dialog Kebangsaan tersebut murni ditujukan untuk membedah tantangan kebangsaan, yaitu mengenai penguatan nilai tukar Rupiah, efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta tata kelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) demi mencapai Indonesia Emas 2045.
Posisi Gerakan Mahasiswa: Kami menekankan bahwa gerakan mahasiswa harus berbasis data, kritis namun konstruktif, serta fokus pada pengawasan terhadap kebijakan pemerintah agar tepat sasaran bagi kesejahteraan rakyat, bukan terjebak dalam narasi destabilisasi.
Sikap Terhadap Provokasi: Sejalan dengan pandangan para narasumber, kami mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan dinamika kebangsaan saat ini untuk agenda pecah belah.
Kami memilih untuk mendukung penguatan tata kelola pemerintah agar negara tidak kalah oleh mafia, bukan dengan melakukan penolakan yang membabi buta tanpa basis argumentasi.
Kami mengimbau kepada rekan-rekan media dan publik agar merujuk pada pernyataan resmi ini. Kami tetap berkomitmen menjadi mitra kritis pemerintah yang objektif demi kepentingan rakyat luas.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan agar menjadi maklum dan meluruskan simpang siur informasi yang beredar.
*Hormat Kami,
Andi Rama Ramadhan
Presiden Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Makassar.
(***)




