Jutaan Anak di Indonesia Alami Mata Minus, Apakah Sering Melihat Layar HP Menjadi Penyebabnya?

INT

SUARAPANTAU.COM – Anda pasti sudah tidak asing lagi melihat anak-anak hingga remaja memakai kacamata karena mata minus. Namun, tahukah Anda, menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), 3,6 juta anak di Indonesia mengalami gangguan refraksi?

Banyaknya anak-anak usia dini yang menderita mata minus juga disadari komika sekaligus presenter ternama, Pras Teguh. Dalam siniar (podcast) “Kejar Setoran” bersama Arafah Rianti, ia mengaku sering melihat teman anaknya memakai kacamata untuk membantu penglihatan.

Ia juga khawatir dengan kesehatan mata putranya karena memiliki waktu penggunaan layar (screen time) yang cukup tinggi. Lalu, benarkah sering melihat layar handphone (HP) dan gadget lain menyebabkan mata minus pada anak?

Penyebab Mata Minus pada Anak

Ada berbagai penyebab mata minus pada anak, yaitu:

Bacaan Lainnya

1.     Melihat Gadget Terlalu Lama

Salah satunya adalah kebiasaan menggunakan mata untuk melihat dalam jarak dekat, seperti bermain gadget atau membaca buku. Ketika melihat layar, mata dipaksa untuk fokus dengan jarak dekat dalam waktu yang lama.

Ditambah, ada berbagai kebiasaan bermain HP lainnya yang dapat memperburuk kesehatan mata. Anak yang sering bermain gadget sambil tiduran dan berada di tempat yang kurang cahaya lebih berisiko terkena mata minus.

2.    Kurang Waktu Bermain di Luar Ruangan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2017 menyebut, anak yang kurang waktu bermain dapat menyebabkan rabun jauh. Terlebih, risikonya semakin meningkat jika anak hanya menghabiskan waktu bermain selama 1-2 jam per hari.

Cahaya dari sinar matahari dapat meningkatkan pelepasan dopamin, zat yang membantu menghambat pertumbuhan bola mata berlebihan. Tidak hanya itu, cahaya matahari juga jauh lebih terang dibandingkan di dalam ruangan sehingga lebih baik untuk mata anak-anak.

3.    Faktor Genetik dan Pertumbuhan

Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga menderita rabun jauh cenderung mengalami mata minus. Di sisi lain, anak yang sudah menderita miopia minusnya juga cenderung bertambah karena sedang dalam masa pertumbuhan.

Mata minus akan cenderung memburuk dan berkembang selama masa remaja. Namun, perkembangannya cenderung lebih stabil ketika sudah memasuki usia 20 tahun. Di usia ini, mata berhenti tumbuh dan minus stagnan.

Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Mata Minus pada Anak

Untuk mencegah mata minus, coba terapkan berbagai pola hidup sehat pada si kecil. Kebiasaan pertama yang bisa dilakukan adalah membatasi screen time pada anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan rekomendasi durasi screen time ideal bagi anak-anak hingga dewasa. Idealnya, anak di bawah usia 18 bulan tidak disarankan untuk melihat gadget sama sekali.

Sementara itu, anak usia 18-24 bulan boleh melihat layar selama 1 jam sehari dengan resolusi tinggi dan didampingi orang tua. Bagi anak usia 2-5 tahun, screen time yang disarankan maksimal 1 jam sehari, sedangkan usia 6-12 tahun bisa melihat gadget selama 1,5 jam dalam sehari.

Selain itu, ketika bermain gadget, usahakan anak berada di tempat dengan cukup cahaya. Untuk membatasi penggunaan HP, coba ajak si kecil untuk bermain di luar ruangan dan tidak lupa memakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari.

Penuhi Nutrisi untuk Mata Anak dengan Eyebost

Tidak hanya menerapkan gaya hidup sehat, Anda juga perlu memberikan vitamin mata terbaik untuk si kecil. Beberapa zat gizi seperti vitamin (A dan C), lutein, serta zeaxanthin cocok untuk menjaga kesehatan mata.

Vitamin A berguna untuk menjaga kesehatan dan fungsi penglihatan dalam masa tumbuh kembang anak. Sementara itu, vitamin C merupakan antioksidan yang bermanfaat utnuk melindungi mata dari radikal bebas.

Nah, untuk anak-anak yang sering bermain gadget, tak ada salahnya memberikan lutein dan zeaxanthin yang mampu melindungi mata dari cahaya biru. Dua nutrisi ini berperan sebagai “penyaring” cahaya biru yang dapat merusak retina.

Keempat zat gizi ini semuanya ada dalam vitamin mata terbaik dari Eyebost! Bagi anak-anak, Eyebost Essential lebih cocok diminum karena memiliki rasa yang nikmat dari ekstrak buah bilberry dan madu hutan asli.

Soal keamanannya, Anda tak perlu khawatir karena Eyebost Essential sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal MUI. Untuk penggunaannya, Anda bisa melihatnya dalam artikel berikut: Cara Konsumsi Eyebost.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *