Workshop Pembelajaran Digital Digelar SDIT AL-FADIYAH Gowa: Menghadirkan Kelas Berkualitas Berbasis Teknologi

SDIT AL-FADIYAH GOWA

SUARAPANTAU.COM – SDIT AL-FADIYAH Gowa menggelar workshop bertajuk “Mewujudkan Pembelajaran Memikat, Berpusat pada Murid, dan Berbasis Digital untuk Kelas yang Berkualitas” pada Senin (13/7/2026) di Aula sekolah setempat.

Kegiatan yang diikuti oleh para guru ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berorientasi pada kebutuhan siswa.

Hadir sebagai narasumber, Fathul Muin, yang memaparkan materi mengenai pemanfaatan aplikasi asesmen CBT TKA (Computer Based Test Tes Kemampuan Akademik) bagi para guru. Dalam paparannya, Fathul Muin menekankan urgensi penguasaan teknologi di tengah pesatnya perkembangan digital saat ini.

“Perkembangan teknologi sekarang ini memang sangat urgen dan penting untuk dikuasai, terutama oleh para pendidik. Kita tidak bisa lagi mengabaikan peran teknologi dalam proses pembelajaran,” ujar Fathul Muin di hadapan para peserta workshop.

Lebih lanjut, narasumber mengingatkan tentang kehati-hatian dalam menggunakan aplikasi digital, mengingat berbagai kasus kejahatan siber yang kerap terjadi, termasuk kasus hilangnya dana nasabah bank yang tidak terlepas dari kerentanan teknologi.

Fathul Muin memberikan sejumlah rekomendasi penting bagi para guru, di antaranya memisahkan penggunaan email pribadi dengan keperluan profesional, tidak menginstal aplikasi dari sumber yang tidak jelas, serta selalu memverifikasi tautan sebelum mengaksesnya.
 
“Penggunaan aplikasi harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan sumbernya terpercaya dan jangan asal klik link yang mencurigakan,” tegasnya. 

Salah seorang guru peserta workshop turut menyampaikan harapannya agar para pendidik senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dan mampu mengajarkan siswa untuk menggunakan perangkat digital secara bijak. Hal ini menjadi penting mengingat generasi muda saat ini tumbuh sebagai bagian dari masyarakat digital.

Dalam sesi praktik, para guru mendemonstrasikan langsung penggunaan aplikasi ujian TKA dengan berperan sebagai siswa. Simulasi dimulai dari tahap awal memulai ujian hingga menyelesaikan seluruh rangkaian tes. Aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat telepon genggam (HP) maupun tablet, memberikan fleksibilitas bagi pengguna.

Fathul Muin juga menjelaskan mekanisme pencegahan kecurangan dalam aplikasi, di mana sistem akan memberikan peringatan hingga tiga kali percobaan pelanggaran. Apabila ambang batas tersebut terlampaui, peserta akan otomatis didiskualifikasi dengan hasil ujian dinyatakan error. Meski demikian, narasumber menegaskan bahwa sistem hanya mendeteksi kecurangan berbasis digital, sementara pengawasan terhadap bentuk kecurangan langsung tetap menjadi tanggung jawab pengawas ujian di lapangan.

Workshop ini diharapkan mampu membekali para guru SDIT AL-FADIYAH Gowa dengan keterampilan digital yang mumpuni, sehingga proses pembelajaran di kelas dapat berjalan lebih efektif, menarik, dan berkualitas sesuai dengan tuntutan era modern. (*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *