Pertamina EP Subang Field Dorong Kemandirian Ekonomi Purna PMI

Pertamina EP Subang Field Dorong Kemandirian Ekonomi Purna PMI
Pertamina EP Subang Field Dorong Kemandirian Ekonomi Purna PMI

SUARAPANTAU.COM – PT Pertamina EP Subang Field terus memperkuat pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui berbagai program berbasis masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan Program SEKAR (Sekolah Kreativitas Anak dan Remaja) sebagai wadah peningkatan kapasitas, perusahaan juga mengembangkan

Swarna Integrated Farming untuk mendorong kemandirian ekonomi para purna PMI setelah kembali ke Tanah Air.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina EP Subang Field dalam menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi pekerja migran, mulai dari rendahnya keterampilan, minimnya pendampingan, hingga belum optimalnya pengelolaan hasil kerja selama berada di luar negeri.

Bacaan Lainnya

Head of Communication, Relations & CID PT Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan gagasan tersebut lahir dari berbagai diskusi bersama komunitas purna PMI di Warkop Sahabat.

Dari forum itu terungkap bahwa banyak pekerja migran menghadapi tantangan ketika kembali ke Indonesia, terutama dalam membangun usaha dan mengelola keuangan.

“Program ini lahir dari obrolan bersama teman-teman purna PMI. Kami melihat masih banyak persoalan yang mereka hadapi setelah pulang ke Indonesia sehingga dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Wazirul.

Melalui Program SEKAR, Pertamina EP Subang Field memberikan pelatihan bahasa asing dan peningkatan keterampilan bagi calon maupun purna PMI.

Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan yang legal dan sesuai kompetensi.

SEKAR juga mengembangkan pelatihan berbasis ekonomi kreatif dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi kerajinan tangan serta mengolah serat daun nanas menjadi bahan baku produk fesyen seperti tas.

Program ini sekaligus mendukung penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam pemberdayaan masyarakat.

Selain aspek pendidikan, Pertamina EP Subang Field juga mengembangkan Swarna Integrated Farming sebagai wadah pemberdayaan ekonomi bagi purna PMI.

Program ini mendorong para pekerja migran yang telah kembali ke daerah asal untuk mengembangkan usaha berbasis pertanian berkelanjutan sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga mereka.

Dalam kunjungan tersebut, peserta juga bertemu dengan Ikhwan, salah satu local hero yang aktif mengembangkan sektor pertanian melalui program binaan Pertamina.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pertamina EP Subang Field, khususnya kepada Wazirul Luthfi, yang dinilainya konsisten mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Menurut Ikhwan, pendampingan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan sarana, tetapi juga edukasi, pelatihan, serta pembinaan yang membantu masyarakat mengembangkan lahan pertanian secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Yanti, purna PMI yang kini menjadi penggerak produksi hasil pertanian, membagikan pengalaman pahitnya setelah kembali ke Indonesia.

Hasil kerja yang dikumpulkannya selama bekerja di luar negeri sempat disalahgunakan oleh oknum, sehingga tidak memberikan manfaat ekonomi sebagaimana yang diharapkan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Ibu Yanti berharap ke depan tidak ada lagi pekerja migran yang mengalami kondisi serupa.

Ia menilai rencana pembentukan lembaga atau koperasi bagi purna PMI dapat menjadi solusi untuk membantu pekerja migran maupun masyarakat sekitar mengelola hasil kerja mereka secara aman, produktif, dan berkelanjutan.

Pengalaman yang disampaikan Ibu Yanti menjadi salah satu alasan Pertamina EP Subang Field menggagas pembentukan wadah pengelolaan dana bagi purna PMI.

Melalui lembaga tersebut, hasil kerja para pekerja migran diharapkan dapat diarahkan menjadi investasi maupun usaha produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga dan masyarakat.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *