Dosen dan Mahasiswa UNP Bekali Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Ampang Keterampilan Rias dan Wirausaha

SUARAPANTAU.COM – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP), memberikan pelatihan keterampilan kecantikan dan kewirausahaan kepada remaja Panti Asuhan Aisyiyah Cabang Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu 2 Agustus 2026.

Tim pengabdian terdiri atas Dra. Rahmiati, M.Pd., Ph.D. dari bidang Pendidikan Vokasi dan Dr. Muhammad Oceano Fauzan, S.E., M.M. dari bidang Manajemen. Kegiatan tersebut juga melibatkan tiga mahasiswa yang turut mendampingi proses pelatihan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Pendekatan Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM). Program ini mengangkat tema “Pelatihan Rias Wajah dan Mehndi Serta Strategi Pemasaran Jasa Kecantikan Bagi Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Ampang dalam Mendukung Kemandirian Berwirausaha.”

Melalui program tersebut, para remaja tidak hanya diperkenalkan pada keterampilan merias wajah dan seni mehndi atau henna, tetapi juga dibekali kemampuan mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha. Pendekatan ini dirancang agar pelatihan tidak berhenti pada penguasaan teknik, melainkan dapat menjadi bekal praktis untuk membangun kemandirian ekonomi.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pengabdian UNP, Siska Miga Dewi, S.ST., M.Pd., mengatakan pemilihan bidang kecantikan didasarkan pada besarnya peluang industri kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh para remaja panti asuhan.

Menurutnya, keterampilan vokasional yang diberikan dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan usaha jasa kecantikan secara bertahap. Penghasilan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Remaja panti asuhan memiliki potensi besar untuk berkembang secara mandiri. Melalui pelatihan terstruktur ini, kami memberikan tiga pilar solusi utama: pelatihan teknik rias wajah dasar dan korektif, keterampilan seni mehndi (henna), serta strategi pembuatan konten dan pemasaran digital lewat media sosial,” ujar Siska.

Tidak Hanya Belajar Merias

Untuk memastikan keterampilan yang diberikan dapat dipraktikkan secara langsung, tim pengabdian memadukan penyampaian materi dengan demonstrasi dan praktik lapangan. Dengan metode tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk memahami konsep sekaligus mencoba sendiri teknik yang telah diperkenalkan.

Materi pertama yang diberikan adalah pelatihan rias wajah. Peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan kosmetika, kemudian dilatih menggunakan teknik dasar rias wajah hingga teknik koreksi bentuk wajah.

Keterampilan tersebut diarahkan agar dapat diterapkan dalam berbagai kebutuhan jasa kecantikan, seperti merias untuk acara wisuda, pesta, maupun kegiatan formal lainnya. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengetahui cara menggunakan kosmetika, tetapi juga memahami bagaimana keterampilan tersebut dapat memberikan nilai ekonomi.

Selain rias wajah, peserta mendapatkan pelatihan seni mehndi atau henna. Mereka diajarkan teknik dasar membuat motif mehndi pada tangan yang dapat dikembangkan sebagai layanan tambahan dalam usaha kecantikan.

Seni mehndi dipilih karena memiliki peluang untuk dikembangkan dalam berbagai kegiatan, terutama acara pernikahan dan perayaan adat. Keterampilan tersebut sekaligus dapat menjadi pembeda bagi peserta ketika nantinya menawarkan jasa kecantikan kepada masyarakat.

Dibekali Strategi Pemasaran Digital

Setelah mendapatkan keterampilan teknis, peserta kemudian diarahkan untuk memahami bagaimana menjadikan keahlian tersebut sebagai sebuah usaha. Pada tahap ini, mereka mendapatkan materi mengenai pengelolaan jasa kecantikan dan strategi pemasaran digital.

Peserta diperkenalkan pada cara mengelola usaha jasa sederhana, menentukan harga layanan, serta membuat materi promosi yang menarik. Mereka juga dilatih menghasilkan konten berupa foto dan video yang dapat digunakan untuk memperkenalkan jasa kepada calon pelanggan.

Pemanfaatan media sosial menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business diperkenalkan sebagai sarana untuk mempromosikan hasil karya sekaligus membangun jaringan pelanggan.

Pendekatan tersebut membuat rangkaian pelatihan memiliki keterkaitan yang utuh. Peserta terlebih dahulu memperoleh keterampilan teknis, kemudian belajar mengemas keterampilan tersebut menjadi layanan, dan selanjutnya diperkenalkan pada cara memasarkannya melalui media digital.

Disambut Antusias Pengurus dan Remaja Panti

Program pemberdayaan tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus dan para remaja Panti Asuhan Aisyiyah Ampang. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama proses penyampaian materi, demonstrasi, hingga praktik keterampilan kecantikan.

Ketua Pengurus Panti Asuhan Aisyiyah Ampang, Nurhayati M, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian UNP atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak asuh.

Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, para peserta juga mendapatkan fasilitas pelatihan serta peralatan kecantikan yang dapat mendukung keberlanjutan praktik setelah kegiatan berakhir.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan manfaat program tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Peralatan yang tersedia dapat digunakan peserta untuk terus mengasah keterampilan sekaligus mulai mencoba memberikan layanan sederhana di lingkungan panti maupun masyarakat sekitar.

Karena itu, tim pengabdian UNP berharap keterampilan yang diperoleh selama kegiatan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

“Kami berharap pascapelatihan ini para peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu mengolah keahliannya menjadi unit usaha jasa kecantikan mandiri di lingkungan panti maupun masyarakat sekitar,” tambah Siska.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama program bukan semata-mata memberikan pelatihan kecantikan, melainkan membuka ruang bagi para remaja untuk melihat keterampilan sebagai modal masa depan. Dengan kemampuan teknis, pengetahuan kewirausahaan, dan pemanfaatan media digital, mereka diharapkan memiliki pilihan yang lebih luas untuk mengembangkan diri secara mandiri.

Dorong Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi

Program pengabdian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik diterjemahkan menjadi pelatihan praktis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat sasaran.

Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kegiatan tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pemberian akses terhadap pembelajaran keterampilan. Pada saat yang sama, program ini juga mendukung SDGs poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan keterampilan vokasional dan kewirausahaan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Negeri Padang, khususnya dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, pelatihan rias wajah, mehndi, dan pemasaran jasa kecantikan tersebut diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan pengabdian. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para remaja Panti Asuhan Aisyiyah Ampang untuk mengubah keterampilan menjadi peluang, peluang menjadi usaha, dan usaha menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi serta keberlanjutan pendidikan.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *