SUARA PANTAU – Keramik sudah terpasang rapi, tetapi beberapa waktu kemudian mulai berbunyi kopong, bergeser, atau bahkan terangkat.
Masalah seperti ini sering dikaitkan dengan keramik atau kualitas tukang, padahal perekat yang digunakan juga bisa menjadi penyebabnya.
Perekat keramik bekerja di antara dua permukaan: bagian belakang keramik dan substrat. Jika material yang dipilih tidak sesuai dengan kondisi keduanya, ikatan yang terbentuk bisa kurang baik. Kesalahan pada tahap pemilihan juga dapat membuat masalah baru terlihat setelah area mulai digunakan.
Karena itu, memilih lem keramik sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan harga atau kebiasaan menggunakan produk tertentu. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sejak awal agar finishing keramik tidak cepat bermasalah.
5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Perekat Keramik
Jenis keramik, ukuran, lokasi pemasangan, dan kondisi permukaan ikut menentukan perekat yang dibutuhkan. Kesalahan biasanya terjadi ketika salah satu faktor tersebut diabaikan.
Berikut lima hal yang sebaiknya tidak dilewatkan sebelum membeli perekat keramik.
Memilih Perekat Tanpa Melihat Jenis Keramik
Tidak semua keramik memiliki karakteristik yang sama. Keramik biasa, granit, marmer, batu alam, hingga ubin berukuran besar dapat memiliki kebutuhan perekat yang berbeda.
Ukuran dan berat material juga perlu diperhitungkan. Granit berukuran besar, misalnya, membutuhkan perhatian lebih pada daya rekat dan coverage dibandingkan ubin kecil.
Memilih perekat hanya karena tertulis “untuk keramik” belum cukup. Periksa apakah material tersebut memang sesuai dengan jenis ubin yang akan dipasang.
Mengabaikan Lokasi Pemasangan
Perekat untuk lantai ruang tamu tidak selalu memiliki kebutuhan yang sama dengan material untuk kamar mandi, balkon, atau dinding eksterior.
Area basah akan menerima paparan air dan kelembapan lebih sering. Sementara area luar ruangan menghadapi perubahan cuaca dan temperatur. Dinding juga memiliki tantangan tersendiri karena keramik harus tetap berada pada posisinya setelah dipasang.
Lokasi pemasangan perlu disebutkan sejak awal ketika memilih perekat. Dengan begitu, karakteristik material dapat disesuaikan dengan kondisi yang akan dihadapi.
Tidak Memperhatikan Kondisi Substrat
Perekat tidak dapat bekerja dengan baik jika permukaan tempat keramik dipasang bermasalah. Debu, minyak, bagian beton yang rapuh, atau permukaan yang terlalu tidak rata dapat mengganggu kontak antara perekat dan substrat.
Kesalahan lain adalah menggunakan perekat untuk meratakan permukaan yang sebenarnya membutuhkan perbaikan terlebih dahulu. Jika substrat bergelombang atau memiliki kerusakan, sebaiknya kondisi tersebut ditangani sebelum pemasangan keramik dimulai.
Permukaan yang bersih, cukup kuat, dan sesuai dengan persyaratan aplikasi akan membuat pekerjaan pemasangan lebih terkendali.
Hanya Mempertimbangkan Daya Rekat
Daya rekat memang menjadi salah satu parameter yang perlu diperiksa. Namun, memilih perekat hanya berdasarkan angka tersebut juga kurang tepat.
Karakteristik lain bisa ikut menentukan hasil pemasangan, seperti kemampuan menahan slip, waktu kerja, dan deformabilitas. Kebutuhannya pun berubah sesuai aplikasi.
Misalnya, keramik berukuran besar pada dinding membutuhkan perhatian terhadap pergeseran selama pemasangan. Pada area tertentu, kemampuan perekat mengikuti pergerakan substrat juga perlu diperhitungkan.
Jadi, jangan berhenti pada pertanyaan “seberapa kuat perekat ini?” Lihat juga apakah karakteristik lainnya sesuai dengan kondisi pekerjaan.
Mengabaikan Metode Aplikasi yang Disyaratkan
Perekat yang sesuai tetap dapat menghasilkan finishing yang bermasalah jika diaplikasikan dengan cara yang keliru.
Ketebalan perekat, jenis trowel, arah pengaplikasian, coverage, hingga waktu pemasangan setelah perekat diratakan perlu mengikuti metode yang dianjurkan untuk material tersebut.
Pada keramik berukuran besar, misalnya, metode buttering atau aplikasi perekat pada substrat dan bagian belakang ubin dapat diperlukan untuk mendapatkan kontak yang lebih luas.
Artinya, pemilihan produk dan metode pemasangan tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus dipikirkan sejak awal.
Dampak Salah Memilih Perekat pada Finishing
Kesalahan memilih perekat tidak selalu langsung terlihat setelah keramik selesai dipasang. Beberapa masalah baru muncul ketika lantai atau dinding mulai menerima beban dan perubahan kondisi lingkungan.
Keramik dapat terdengar kopong ketika diketuk, bergeser dari posisi awal, retak pada bagian tertentu, atau kehilangan daya lekat hingga terangkat. Pada kasus tertentu, perbaikan juga berarti harus membongkar keramik dan mengulang pekerjaan.
Biaya akhirnya bukan hanya berasal dari material pengganti. Ada pekerjaan bongkar, pembersihan substrat, pemasangan ulang, dan finishing yang ikut bertambah.
Karena itu, pemeriksaan material sebelum pekerjaan dimulai jauh lebih masuk akal daripada memperbaiki masalah setelah finishing selesai.
Bagaimana Memilih Perekat Keramik yang Sesuai?
Setelah mengetahui kesalahan yang sering terjadi, pemilihan perekat sebenarnya dapat dimulai dari pertanyaan yang simpel. Keramik apa yang akan dipasang, di mana lokasinya, dan seperti apa kondisi permukaannya?
Dari tiga hal tersebut, Anda bisa mempersempit pilihan dan mencocokkannya dengan data teknis material.
Sesuaikan dengan Jenis dan Ukuran Keramik
- Periksa rekomendasi penggunaan perekat berdasarkan jenis material. Ukuran keramik juga perlu diperhatikan karena ubin yang lebih besar memiliki kebutuhan pemasangan yang berbeda.
- Untuk big slab, misalnya, daya rekat dan coverage menjadi perhatian lebih besar karena bidang material yang luas juga membuat kesalahan kecil pada aplikasi lebih mudah berdampak.
Perhatikan Kondisi Area
- Tentukan apakah perekat akan digunakan pada lantai atau dinding, area interior atau eksterior, serta kondisi kering atau basah.
- Jika area mengalami perubahan suhu, kelembapan, atau beban penggunaan yang tinggi, karakteristik perekat perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut.
Baca Data Teknis, Bukan Hanya Label Kemasan
- Informasi seperti kelas perekat, daya rekat, open time, slip, dan deformabilitas dapat membantu menentukan apakah material sesuai dengan kebutuhan.
- Jangan memilih hanya karena kemasannya mencantumkan kata “kuat” atau “serbaguna”. Data teknis memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penggunaan material.
Pastikan Substrat Sudah Siap
- Sebelum perekat digunakan, pastikan permukaan memenuhi persyaratan aplikasi. Bersihkan debu dan kotoran, periksa kerataan, dan perbaiki bagian yang rapuh atau rusak.
- Jika substrat membutuhkan pekerjaan perbaikan, selesaikan tahap tersebut terlebih dahulu. Perekat keramik bukan pengganti material untuk memperbaiki substrat yang bermasalah.
Finishing yang Awet Dimulai dari Lem Keramik Berkualitas
Keramik yang cepat terangkat atau mengalami kerusakan pada finishing tidak selalu disebabkan oleh material keramiknya. Pemilihan perekat yang tidak sesuai, kondisi substrat yang diabaikan, dan metode aplikasi yang keliru dapat ikut memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, jangan memilih perekat hanya berdasarkan harga atau kebiasaan menggunakan produk tertentu. Cocokkan jenis keramik, ukuran, lokasi pemasangan, kondisi substrat, dan karakteristik perekat sebelum pekerjaan dimulai.
Untuk kebutuhan produk lem keramik berkualitas, Sika menyediakan beberapa pilihan yang dapat disesuaikan dengan ukuran dan jenis material. SikaCeram® 150 P, SikaCeram® 150 CA TileFix untuk keramik dengan ukuran maksimal 40 × 40 cm, dan SikaCeram® 200 TA TileFix untuk keramik dengan ukuran maksimal 120 × 120 cm dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga keramik tetap merekat pada permukaan.
Untuk keramik berukuran besar, tersedia SikaCeram® 255 Big Slab yang ditujukan untuk pemasangan keramik berukuran 120 × 240 cm hingga 160 × 320 cm. Sementara untuk granit, tersedia SikaCeram® 180 P dan SikaCeram® 180 GA TileFix untuk keramik dengan ukuran maksimal 80 × 80 cm. Produk-produk tersebut dirancang untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda, sehingga pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi proyek dan spesifikasi material.
Seluruh rangkaian SikaCeram® memiliki ketahanan yang baik untuk membantu menjaga keramik tetap merekat dalam jangka panjang. Sika sendiri telah berpengalaman lebih dari 115 tahun di industri konstruksi dan menyediakan berbagai solusi untuk kebutuhan finishing maupun konstruksi.
Untuk mendapatkan produk tile adhesive, Anda dapat membelinya melalui Sika Official Store di Shopee atau Mitra Sika. Kunjungi juga website Sika untuk melihat berbagai solusi tile adhesive yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan Anda.
(***)




