PB SEMMI Nilai Menteri BUMN Sangat Layak Di Reshuffle

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Ditengah isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang semakin kencang, Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Islam (PB SEMMI) meminta kepada Presiden Jokowi untuk mereshuffle Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

“Ada 10 alasan kenapa Erick Thohir wajib untuk dilengserkan oleh Presiden Joko Widodo,” tegas Ketua Bidang Ekonomi PB SEMMI, Andi In’amul Hasan, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/4).

Bacaan Lainnya

Andi menjelaskan adapun 10 alasan yang menjadi dasar untuk Erick Thohir dilengserkan dari kursi Menteri BUMN, yakni pertama, Utang perusahaan perusahaan BUMN yang meningkat dan terancam pailit.

“Kedua, dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) atas masuknya Jenderal TNI polri aktif di Perusahaan BUMN. Ketiga, Diduga terlibat kasus mega korupsi asabri dan jiwasraya. Keempat, dugaan rangkap jabatan Komisaris BUMN yang melanggar administrasi negara dan berpotensi KKN,” tambahnya.

Lalu, kelima, perusahaan-perusahaan BUMN terus merugi walaupun disuntik dana PMN. Keenam, tingginya barang impor yang dibeli perusahaan-perusahaan BUMN.

“Ketujuh, tingginya kasus korupsi di perusahaan perusahaan BUMN dan gagalnya penerapan good goverment. Kedelapan, dinilai tidak mampu memimpin tim Pemulihan ekonomi Nasional (PEN). Kesembilan, diduga terjadi proses KKN dalam pekerjaan Proyek pengadaan BUMN yang melibatkan perusahaan keluarga atau kerabat Menteri BUMN. Terakhir, yakni kesepuluh, tidak adanya keterbukaan atas pengelolaan CSR perusahaan perusahaan BUMN yang dikelola kementerian BUMN dalam mengatasi Covid-19,” jelasnya.

Atas dasar 10 dosa Erick Thohir inilah, tegas Andi, tidak ada alasan bagi Presiden Joko Widodo untuk mempertahankan Erick Thohir menjadi Menteri BUMN.

“Dari pemaran kami ini sudah selayak dan sepantasnya Presiden Joko Widodo segera mengganti dan mereshuffle Menteri BUMN Erick Thohir karena semakin membuat BUMN kacau yang kalau dibiarkan nanti dikhawtirkan tidak bisa mewujudkan Indonesia Maju seperti nama kabinet Presiden Joko Widodo saat ini,” tutup Andi.

Facebook Comments

Pos terkait