Selain itu sering menjadi tempat bagi sekolah lain dalam berbagai kegiatan seperti asesmen berbasis komputer tingkat SD, SMP dan SMA Sederajat.
Ia menyebutkan masalah terbesar yang dihadapi adalah pemadaman listrik yang sering terjadi saat asesmen berbasis komputer di laboratorium.
“Hal ini sangat mengganggu terlaksananya kegiatan. Selain itu, program digitalisasi sekolah seperti penggunaan website sekolah dan website pembelajaran serta Learning Management System belum bisa dilakukan, hal ini dikarenakan kemampuan guru-guru tentang TIK masih sangat rendah,” ujarnya.
Pihak sekolah sudah sering berencana melakukan pelatihan tentang TIK bagi guru-guru, namun kendala keterbatasan akses listrik membuat program tersebut tidak bisa terlaksana.
“Keterbatasan akses listrik juga membuat pembelajaran dikelas terganggu, guru tidak dapat menggunakan LCD dan berbagai media pendukung dalam pembelajaran,” lanjutnya.
Dengan adanya listrik dari PLTS Model Hybrid, kata dia semua masalah tersbeut dapat diatasi.




